Bawaslu Telusuri Bagi-bagi Amplop Berlogo PDIP ke Jamaah Tarawih
Senin, 27 Maret 2023 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno mengaku belum mengecek kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto apakah sudah ada laporan masuk atau belum. “Biasanya akan ada tim yang bertugas mengecek kebenaran unggahan tersebut. Selama ini banyak yang enggak benar. Biaya pengganti transport dibilang politik uang. Dana aktivasi kader ranting, dibilang politik uang, dan lain-lain,” kata Hendrawan dikonfirmasi SINDOnews.
Said Abdullah pun memberikan penjelasan. Said bersama para pengurus cabang PDIP se-Madura membagikan sembako sebanyak 175 ribu paket kepada masyarakat miskin se-Madura pada masa reses Maret 2023, dan sebagian dalam bentuk uang tunai.
“Bantuan 175 ribu paket sembako ini jelas masih kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah rumah tangga miskin se-Madura. Pada kesempatan ini saya juga perlu menjelaskan ke media massa, seperti di-framing oleh sebuah akun anonim di media sosial, kami membagikan uang ke warga Madura,” kata Said dalam keterangannya.
Dia mengaku bersama para pengurus cabang PDIP se-Madura rutin membagikan sembako dan uang kepada warga fakir miskin. “Uang itu saya niatkan sebagai zakat mal. Dan hal itu rutin saya lakukan setiap tahun sejak 2006 lalu. Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin,” jelas Said.
Menurut Said, salah alamat jika hal tersebut dianggap sebagai politik uang atau money politic. “Saya perlu sampaikan seterang terangnya, setiap reses saya menerima uang reses selaku anggota DPR. Uang itu saya bagikan sepenuhnya ke rakyat dalam bentuk bantuan sembako, dan itu bagian dari akuntabilitas publik yang harus saya lakukan, sehingga saya kabarkan ke media juga,” katanya.
Said Abdullah pun memberikan penjelasan. Said bersama para pengurus cabang PDIP se-Madura membagikan sembako sebanyak 175 ribu paket kepada masyarakat miskin se-Madura pada masa reses Maret 2023, dan sebagian dalam bentuk uang tunai.
“Bantuan 175 ribu paket sembako ini jelas masih kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah rumah tangga miskin se-Madura. Pada kesempatan ini saya juga perlu menjelaskan ke media massa, seperti di-framing oleh sebuah akun anonim di media sosial, kami membagikan uang ke warga Madura,” kata Said dalam keterangannya.
Dia mengaku bersama para pengurus cabang PDIP se-Madura rutin membagikan sembako dan uang kepada warga fakir miskin. “Uang itu saya niatkan sebagai zakat mal. Dan hal itu rutin saya lakukan setiap tahun sejak 2006 lalu. Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin,” jelas Said.
Menurut Said, salah alamat jika hal tersebut dianggap sebagai politik uang atau money politic. “Saya perlu sampaikan seterang terangnya, setiap reses saya menerima uang reses selaku anggota DPR. Uang itu saya bagikan sepenuhnya ke rakyat dalam bentuk bantuan sembako, dan itu bagian dari akuntabilitas publik yang harus saya lakukan, sehingga saya kabarkan ke media juga,” katanya.
Lihat Juga :