Ketum PBNU soal Bukber: Orang NU Tidak Terbiasa, Sumpek Kalau Diajak
Jum'at, 24 Maret 2023 - 13:16 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tidak melihat larangan bukber di instansi pemerintah serta lembaga negara sebagai masalah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tak menganggap larangan menggelar buka puasa bersama (bukber) sebagai masalah. Menurut dia, masyarakat NU tidak terlalu menyukai dan terbiasa dengan buka puasa bersama.
"Kalau orang NU ini sebenarnya sumpek diajak buka bersama itu. Kami itu kalau di NU kegiatan habis tarawih. Habis salat magrib itu kita sudah siap-siap tarawih, habis itu baru kegiatan. Buka bersama itu sumpek. Saya sendiri paling takut kalau puasa diundang buka puasa bersama, paling takut saya," kata Yahya Staquf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Baca juga: KH Cholil Nafis Desak Larangan Bukber Dicabut, Bikin Gaduh Ramadan
Larangan tersebut, kata Gus Yahya, dirinya anggap biasa saja. Seharusnya, kata dia, buka puasa dilakukan bersama dengan kaum fakir miskin ataupun berbagi kepada yang membutuhkan, bukan untuk pribadi masing-masing.
"Wong ini juga ya sesuatu yang biasalah. Ya selama ini orang buka bersama tuh apa sih yang dilakukan? Kalau bagi-bagi ke kaum fakir miskin, nah itu saya kira penting. Bagi-bagi buka untuk fakir miskin, untuk orang yang terjebak macet di jalan dan sebagainya saya kira penting," katanya.
"Kalau orang NU ini sebenarnya sumpek diajak buka bersama itu. Kami itu kalau di NU kegiatan habis tarawih. Habis salat magrib itu kita sudah siap-siap tarawih, habis itu baru kegiatan. Buka bersama itu sumpek. Saya sendiri paling takut kalau puasa diundang buka puasa bersama, paling takut saya," kata Yahya Staquf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Baca juga: KH Cholil Nafis Desak Larangan Bukber Dicabut, Bikin Gaduh Ramadan
Larangan tersebut, kata Gus Yahya, dirinya anggap biasa saja. Seharusnya, kata dia, buka puasa dilakukan bersama dengan kaum fakir miskin ataupun berbagi kepada yang membutuhkan, bukan untuk pribadi masing-masing.
"Wong ini juga ya sesuatu yang biasalah. Ya selama ini orang buka bersama tuh apa sih yang dilakukan? Kalau bagi-bagi ke kaum fakir miskin, nah itu saya kira penting. Bagi-bagi buka untuk fakir miskin, untuk orang yang terjebak macet di jalan dan sebagainya saya kira penting," katanya.
Lihat Juga :