Soal Sweeping hingga Sahur On The Road, TGB: Ramadan Ajarkan Disiplin dan Taat Aturan
Rabu, 22 Maret 2023 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: TGB Sebut Ada 3 Dimensi Ramadan yang Perlu Diingat Umat Islam
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo yang bernomor urut 16 di Pemilu 2024 ini, Ramadan sebagaimana yang disampaikan oleh para ulama merupakan momen yang istimewa, dan umat Islam wajib untuk memuliakannya. Cara memuliakannya antara lain dengan menjaga kehormatan, jangan sampai melakukan hal yang bertentangan dengan kemuliaan Ramadan itu sendiri.
Sehingga, jika memang ada sesuatu yang terjadi di masyarakat dan harus dikoreksi, maka sebaiknya disampaikan ke aparat penegak hukum. Jangan sampai melakukan aksi main hakim sendiri apa pun bentuknya.
“Jadi kalau melihat sesuatu yang perlu dikoreksi maka kembalikan kepada hukum, sampaikan kepada perangkat penegak hukum, untuk melakukan hal-hal yang dipandang perlu dan tidak boleh melakukan tindakan main hakim sendiri, apa pun bentuknya. Karena sekali lagi salah satu pelajaran Ramadan adalah taat pada aturan, disiplin pada aturan, karena itulah yang akan membawa kebaikan untuk kita disiplin,” tegas TGB.
Oleh karena itu, TGB berpesan, saat melihat sesuatu yang dianggap kurang baik, tetapi direspons dengan cara yang menyebabkan fitnah yang lebih besar dan isu yang bergulir di mana-mana, hal itu justru merusak Ramadan. Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk beribadah akhirnya sibuk berkomentar satu sama lain.
Untuk itu, TGB mengajak semua pihak untuk membangun pengendalian diri ini, dan jika melihat perilaku yang dianggap sangat mencolok dan mengganggu Ramadhan, hal itu bisa disampaikan dengan baik. Dan kalau itu dianggap memiliki konsekuensi hukumnya, maka sampaikan ke penegak hukum.
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo yang bernomor urut 16 di Pemilu 2024 ini, Ramadan sebagaimana yang disampaikan oleh para ulama merupakan momen yang istimewa, dan umat Islam wajib untuk memuliakannya. Cara memuliakannya antara lain dengan menjaga kehormatan, jangan sampai melakukan hal yang bertentangan dengan kemuliaan Ramadan itu sendiri.
Sehingga, jika memang ada sesuatu yang terjadi di masyarakat dan harus dikoreksi, maka sebaiknya disampaikan ke aparat penegak hukum. Jangan sampai melakukan aksi main hakim sendiri apa pun bentuknya.
“Jadi kalau melihat sesuatu yang perlu dikoreksi maka kembalikan kepada hukum, sampaikan kepada perangkat penegak hukum, untuk melakukan hal-hal yang dipandang perlu dan tidak boleh melakukan tindakan main hakim sendiri, apa pun bentuknya. Karena sekali lagi salah satu pelajaran Ramadan adalah taat pada aturan, disiplin pada aturan, karena itulah yang akan membawa kebaikan untuk kita disiplin,” tegas TGB.
Oleh karena itu, TGB berpesan, saat melihat sesuatu yang dianggap kurang baik, tetapi direspons dengan cara yang menyebabkan fitnah yang lebih besar dan isu yang bergulir di mana-mana, hal itu justru merusak Ramadan. Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk beribadah akhirnya sibuk berkomentar satu sama lain.
Untuk itu, TGB mengajak semua pihak untuk membangun pengendalian diri ini, dan jika melihat perilaku yang dianggap sangat mencolok dan mengganggu Ramadhan, hal itu bisa disampaikan dengan baik. Dan kalau itu dianggap memiliki konsekuensi hukumnya, maka sampaikan ke penegak hukum.
Lihat Juga :