Kades Minta 10% APBN untuk Dana Desa, Megawati: Kasihan Pak Jokowi Badannya Makin Kering
Minggu, 19 Maret 2023 - 22:43 WIB
loading...
Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menghadiri peringatan sembilan tahun Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2023). FOTO/MPI/ACHMAD AL FIQRI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri merasa kasihan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Megawati melihat mantan Gubernur DKI Jakarta itu badannya semakin kurus.
Hal itu disampaikan Megawati dalam peringatan sembilan tahun Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2023). Awalanya Megawati mengaku tersenyum melihat ratusan peserta yang menghadiri acara itu menuntut agar pemerintah dapat mengalokasikan 10% APBN untuk dana desa.
"Tadi sebelum saya dateng, wah teriak-teriak gitu kan, terus pas kapan saya liatin, haduh ini ngapain sih buang waktu, buang duit. Kalian itu boleh meminta karena ini negara, bangsa ini milik kalian," kata Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) ini.
Baca juga: Megawati kepada Kepala Desa: Ngapain Hari Gini Masih Demo?
Menurutnya, para kepala desa boleh menyuarakan tuntutan. Namun harus melihat dengan situasi dan kondisi negara. "Seberapa jauh sih negara kita ini yang namanya dari sisi keuangannya, presiden kita itu. Tadi kan (teriak) Pak Jokowi kan gitu, nah banyak kan, saya lihat wah Pak Jokowi," kata Megawati.
"Saya cuma ketawa aja kalau ngeliat itu. Ya boleh begitu, idola itu namanya. Persoalannya cuma kasianin badannya kan makin kering ya, makin kurus loh," katanya.
Menurutnya, Presiden Jokowi kerap pusing lantaran memikirkan negara. Negara Indonesia ini susah untuk diurus. "Karena ininya pusing loh, ngurusin negoro. Negoro ni susah lho diurus," ujar Megawati.
Hal itu disampaikan Megawati dalam peringatan sembilan tahun Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2023). Awalanya Megawati mengaku tersenyum melihat ratusan peserta yang menghadiri acara itu menuntut agar pemerintah dapat mengalokasikan 10% APBN untuk dana desa.
"Tadi sebelum saya dateng, wah teriak-teriak gitu kan, terus pas kapan saya liatin, haduh ini ngapain sih buang waktu, buang duit. Kalian itu boleh meminta karena ini negara, bangsa ini milik kalian," kata Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) ini.
Baca juga: Megawati kepada Kepala Desa: Ngapain Hari Gini Masih Demo?
Menurutnya, para kepala desa boleh menyuarakan tuntutan. Namun harus melihat dengan situasi dan kondisi negara. "Seberapa jauh sih negara kita ini yang namanya dari sisi keuangannya, presiden kita itu. Tadi kan (teriak) Pak Jokowi kan gitu, nah banyak kan, saya lihat wah Pak Jokowi," kata Megawati.
"Saya cuma ketawa aja kalau ngeliat itu. Ya boleh begitu, idola itu namanya. Persoalannya cuma kasianin badannya kan makin kering ya, makin kurus loh," katanya.
Menurutnya, Presiden Jokowi kerap pusing lantaran memikirkan negara. Negara Indonesia ini susah untuk diurus. "Karena ininya pusing loh, ngurusin negoro. Negoro ni susah lho diurus," ujar Megawati.
Lihat Juga :