Rendahnya Literasi Bermedia Sosial Jadi Pemicu Pembuatan Konten Berujung Maut Marak

Jum'at, 17 Maret 2023 - 20:51 WIB
loading...
Rendahnya Literasi Bermedia...
Kemenkominfo mengajak semua pihak untuk mencegah dan menghentikan pembuatan konten media sosial berujung maut yang marak akhir-akhir ini. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Aksi menantang maut untuk membuat sebuah konten di media sosial (medsos) marak akhir-akhir ini. Salah satu konten yang viral belakangan ini adalah challenge malaikat maut.

Konten ini menantang warganet untuk menghadang truk yang sedang melaju di jalanan. Aksi nekat ini berulang kali dilakukan sejumlah remaja dan memakan korban jiwa di berbagai tempat. Minimnya literasi dalam menggunakan media sosial menjadi salah satu pemicunya.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk “Obrol-obrol Literasi Digital” yang digelar secara daring oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dalam diskusi tersebut dibahas mengenai perkembangan teknologi dan informasi serta populernya media sosial ternyata memicu banyak penyimpangan.

Baca juga: Gagal Cegat Truk, Seorang Pemuda Tewas Tertabrak di Bogor

Hal itu diakibatkan minimnya etika bersosial bermedia oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat media sosial sebenarnya sangat bermanfaat asal para penggunanya terliterasi dalam berkegiatan di media sosial.

Untuk mencegah terulangnya kasus tersebut, Kemenkominfo lewat Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) mengajak kepada semua kalangan untuk mencegah pembuatan konten yang berujung maut.

Baca juga: Cegat Truk Melintas, Remaja Tewas Tertabrak di Tangerang

Pesan ini penting disampaikan mengingat saat ini media digital menjadi salah satu sarana atau ruang bagi semua kalangan untuk berkomunikasi dan mengenal dunia lebih luas.

Salah seorang konten kreator Agnes Tasia mengatakan, fenomena banyaknya konten negatif di media sosial ini bisa diredam oleh para konten kreator lainnya. Sebagai figur publik dunia maya konten kreator memiliki tanggung jawab sosial untuk melahirkan masyarakat Indonesia yang berliterasi digital.

Menurut dia, bagi yang tidak memiliki banyak pengikut juga tetap bisa meredam fenomena ini dengan peduli terhadap orang-orang terdekat. “Aku biasanya membuat konten positif di media sosial dan tentunya memberikan edukasi. Dan bukan hanya konten kreator yang memiliki banyak pengikut untuk memberikan edukasi ini. Bisa kita mulai dari orang-orang terdekat,” ujarnya, Jumat (17/3/2023).

Senada, Creatif Director and Head of Content Satu Persen Danang Cikal Andaru menambahkan salah satu strategi lain agar meredam beredarnya konten negatif adalah dengan cara berhenti membagikan atau menyebarluaskan konten-konten tersebut.

“Salah satu yang menyebabkan eksisnya konten-konten ini adalah adanya over sharing. Bisa jadi mereka itu kurang perhatian, jadi ada orang nekat buat konten hanya karena ingin diperhatikan. Karena kurang perhatian, akhirnya mencari perhatian lain di media sosial. Diskusi ini kita belajar untuk menyelamatkan orang-orang tersayang kita dari konten-konten buruk sebenarnya bisa dilakukan dari ruang lingkup yang kecil,” ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Kisah Rizaldo Arif Akbar,...
Kisah Rizaldo Arif Akbar, dari Bisnis Digital hingga Jadi Travel Content Creator
Tanpa Somasi, Sarwendah...
Tanpa Somasi, Sarwendah Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Cemarkan Nama Baik
Dari Hukum ke Dunia...
Dari Hukum ke Dunia Digital, Fajar Ryan Akbar Sukses Bangun Karier sebagai Affiliate Creator
Rekomendasi
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Berita Terkini
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Penjara
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat 4 Pati Polri Jadi Komjen, Ini Daftar Lengkapnya
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Mereka Tahu Saya Tidak Bersalah
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved