TGB Bicara Pentingnya Jaga Komitmen Kebangsaan di Milad ke-1083 Universitas Al-Azhar Mesir
Kamis, 16 Maret 2023 - 19:02 WIB
loading...
Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi menyampaikan pentingnya menjaga komitmen kebangsaan sebagai WNI. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi menyampaikan pentingnya menjaga komitmen kebangsaan sebagai warga negara Indonesia (WNI). TGB menyampaikan bahwa sikap itu menandakan bahwa Islam hadir di ruang publik secara bersama-sama dengan nilai keislaman yang dibawa.
"Ada yang menyampaikan komitmen kebangsaan, nah ini bagian dari itu. Kita harus jaga juga sehingga dalam situasi apa pun," ujar TGB dalam Webinar Milad ke-1083 Universitas Al-Azhar Mesir, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Puji Tarekat Tuan Guru Babussalam, TGB: Dalam Berbangsa Kita Perlu Bersihkan Hati
TGB pun memberikan contoh dalam kasus aktual yang terjadi di Indonesia pada kasus perpajakan yang tengah viral. Munculnya kasus perpajakan belakangan diikuti dengan wacana dari sejumlah pihak untuk tidak membayar pajak.
Menurut mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini, umat Islam tidak perlu mengikuti wacana untuk tidak membayar pajak itu karena adanya gerakan yang mengatakan bahwa pajak itu haram. Umat Islam hanya perlu bergerak pada wacana untuk melakukan reformasi terhadap hukum perpajakan yang lebih tegas sehingga sistem perpajakan lebih berkeadilan, akuntabel, dan transparan.
"Ada yang menyampaikan komitmen kebangsaan, nah ini bagian dari itu. Kita harus jaga juga sehingga dalam situasi apa pun," ujar TGB dalam Webinar Milad ke-1083 Universitas Al-Azhar Mesir, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Puji Tarekat Tuan Guru Babussalam, TGB: Dalam Berbangsa Kita Perlu Bersihkan Hati
TGB pun memberikan contoh dalam kasus aktual yang terjadi di Indonesia pada kasus perpajakan yang tengah viral. Munculnya kasus perpajakan belakangan diikuti dengan wacana dari sejumlah pihak untuk tidak membayar pajak.
Menurut mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini, umat Islam tidak perlu mengikuti wacana untuk tidak membayar pajak itu karena adanya gerakan yang mengatakan bahwa pajak itu haram. Umat Islam hanya perlu bergerak pada wacana untuk melakukan reformasi terhadap hukum perpajakan yang lebih tegas sehingga sistem perpajakan lebih berkeadilan, akuntabel, dan transparan.
Lihat Juga :