Butuh Kematangan Politik untuk Mencapai Pemilu Aman dan Damai
Rabu, 15 Maret 2023 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
"Dari tahun ke tahun, pascareformasi indeks demokrasi kita terus mengalami kenaikan. Itu ditunjukkan dengan partisipasi politik rakyat yang semakin tinggi dan penyelenggaraan Pemilu yang berjalan demokratis. Tentu masih banyak tantangan dan kekurangan yang harus kita benahi dengan komitmen bersama mewujudkan tatanan demokrasi yang lebih berkualitas dan bermartabat," katanya.
Karena itu, BNPT bekerja sama dengan penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, berinisiatif menyelenggarakan Dialog Bersama Partai Politik Peserta Pemilu 2024. Dialog ini untuk menyamakan visi dan komitmen bersama dalam penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas, aman, damai, dan bebas dari praktik politik identitas.
Boy Rafli memaparkan kegiatan ini juga sebagai langkah mitigasi agar pengalaman masa lalu yaitu Pemilu 2019 tidak terulang kembali. Saat itu banyak terjadi upaya polarisasi sosial, politik identitas, yang berdampak negatif seperti terjadinya narasi-narasi ujaran kebencian propaganda penghinaan terhadap satu sama lainnya.
"Padahal narasi-narasi itu adalah bukan narasi yang berkepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Karena bangsa Indonesia begitu beruntung mendapatkan warisan narasi-narasi nasionalisme kebangsaan yang tentunya tidak bisa kita kesampingkan begitu saja," kata mantan Kapolda Papua ini.
Dalam dalam berbagai aspek kehidupan segenap elemen bangsa harus mempromosikan kesatuan dan menjauhkan dari segala isu-isu yang dapat mengakibatkan perpecahan. Hal itu penting karena berkaitan dengan aktivitas politik akhir-akhir ini dan menjelang Pemilu 2024, sikap, dan perilaku yang berpotensi mengarah terjadinya konflik sosial yang mengarah kekerasan.
"Kita tidak ingin pesta demokrasi Indonesia yang sudah semakin baik dari tahun ke tahun, indeks demokrasi kita menunjukkan angka yang baik, tetapi dengan catatan adanya berbagai masalah-masalah di masa lalu yang tentu harus kita upayakan ke depan tidak menjadi bagian yang terulang kembali. Ini adalah ikhtiar," katanya.
Karena itu, BNPT bekerja sama dengan penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, berinisiatif menyelenggarakan Dialog Bersama Partai Politik Peserta Pemilu 2024. Dialog ini untuk menyamakan visi dan komitmen bersama dalam penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas, aman, damai, dan bebas dari praktik politik identitas.
Boy Rafli memaparkan kegiatan ini juga sebagai langkah mitigasi agar pengalaman masa lalu yaitu Pemilu 2019 tidak terulang kembali. Saat itu banyak terjadi upaya polarisasi sosial, politik identitas, yang berdampak negatif seperti terjadinya narasi-narasi ujaran kebencian propaganda penghinaan terhadap satu sama lainnya.
"Padahal narasi-narasi itu adalah bukan narasi yang berkepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Karena bangsa Indonesia begitu beruntung mendapatkan warisan narasi-narasi nasionalisme kebangsaan yang tentunya tidak bisa kita kesampingkan begitu saja," kata mantan Kapolda Papua ini.
Dalam dalam berbagai aspek kehidupan segenap elemen bangsa harus mempromosikan kesatuan dan menjauhkan dari segala isu-isu yang dapat mengakibatkan perpecahan. Hal itu penting karena berkaitan dengan aktivitas politik akhir-akhir ini dan menjelang Pemilu 2024, sikap, dan perilaku yang berpotensi mengarah terjadinya konflik sosial yang mengarah kekerasan.
"Kita tidak ingin pesta demokrasi Indonesia yang sudah semakin baik dari tahun ke tahun, indeks demokrasi kita menunjukkan angka yang baik, tetapi dengan catatan adanya berbagai masalah-masalah di masa lalu yang tentu harus kita upayakan ke depan tidak menjadi bagian yang terulang kembali. Ini adalah ikhtiar," katanya.
Lihat Juga :