alexametrics

Wanita Pengusaha Perlu Diperkuat

loading...
Wanita Pengusaha Perlu Diperkuat
(Kiri-kanan) Ketua Dewan Kehormatan Iwapi Dewi Motik, Sekjen DPP Iwapi Moudy Lintuuran, Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menkop UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Wakil Ketua
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah didorong terus memperkuat keberadaan wanita pengusaha Indonesia dengan membuat kebijakan-kebijakan yang lebih mendukung kiprah mereka. Untuk menggerakkan perekonomian, wanita pengusaha dinilai banyak memiliki keunggulan.

Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Nita Yudi mengatakan, pemerintah perlu mempermudah perempuan pengusaha dalam mendapatkan modal, penurunan suku bunga pinjaman, serta mendapatkan akses layanan energi. Dengan kemudahan ini, geliat perempuan pengusaha di bidang usaha kecil menengah (UKM) tetap terjaga.

”Kami berharap pemerintah mendengar, karena bagaimana bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kalau pemerintah tidak berperan,” ujar Nita Yudi dalam Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Iwapi di Discovery Hotel & Convention Ancol Jakarta kemarin.



Munas bertajuk ” Iwapi 40 Tahun Bertekad dan Berjuang Mengubah Tantangan MEA/ AEC Menjadi Peluang” tersebut dihadiri 1.500 perempuan pengusaha seluruh Indonesia dan dibuka Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin. Turut hadir dalam pembukaan munas adalah Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Menurut Nita, selama ini wanita pengusaha cukup tangguh dan berperan dalam menumbuhkan ekonomi bangsa, termasuk ketika situasi ekonomi nasional dan internasional sedang lesu seperti saat ini. ”Ekonomi yang digerakkan perempuan sangat tangguh seperti saat kita pernah menjadi backbone ketika krisis moneter 1998,” papar Nita.

Bahkan saat ekonomi melemah sekarang ini, pengusaha- pengusaha dari Iwapi justru berhasil mencatatkan peningkatan bidang usahanya. Hampir 20% pengusaha Iwapi mengalami kenaikan keuntungan. ”Terutama di bidang kuliner karena mereka kreatif sehingga usaha mereka meningkat,” kata Nita.

Nita menambahkan, perhatian pemerintah memang sudah dilakukan dengan menurunkan suku bunga KUR dari 22% menjadi 12%. Namun dibandingkan Thailand (2,2%) dan China (5,6%), suku bunga KUR Indonesia masih tinggi. ”Artinya di sana negara sangat mendukung perempuan pengusaha. Mereka tahu yang menggerakkan ekonomi adalah perempuan dan sangat tangguh,” lanjutnya.

Nita berharap Munas VIII Iwapi akan menghasilkan rekomendasi- rekomendasi yang baik untuk pemerintah dalam memperbaiki ekonomi bangsa. ”Kita (Iwapi) harus optimistis, melalui munas bisa mengeluarkan putusan dengan langkah strategis. Kita tingkatkan kerja sama dengan pemerintah, swasta, dan lainnya,” tandasnya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin sepakat bahwa perlu ada dukungan pemerintah bagi wanita pengusaha agar bisa terus berkembang. Di antaranya dengan memformulasi ulang sejumlah peraturan yang dianggap tumpang tindih. ”Yang menurut dunia usaha agak sulit, kita ubah menjadi lebih mudah sehingga dunia usaha terus bergairah dan tumbuh. Meskipun dalam situasi ekonomi global saat ini yang sulit, industri tetap tumbuh,” kata Saleh.

Langkah konkret dari pemerintah lainnya adalah menurunkan suku bunga KUR menjadi 12%. Hal itu bagus dalam memberikan ruang kepada pengusaha kecil untuk berkembang dan memudahkannya dalam mengembalikan pinjaman. ”Tapi apabila bisa diturunkan lagi akan lebih baik. Kita ingin industri ini bisa tumbuh, terutama seperti Iwapi ini karena mereka pelaku usaha,” tandasnya.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan kemudahan bagi pengusaha UKM tetap terbuka. Bahkan ada peluang suku bunga KUR akan kembali turun pada tahun depan.

”Tahun depan bunga KUR akan kita turunkan lagi menjadi 9%,” kata Puspayoga. Selain itu Kementerian Koperasi dan UKM juga berencana menggelontorkan dana Rp120 triliun untuk mengembangkan koperasi dan UKM.

Dian ramdhani
(ftr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak