Syahganda Nainggolan: Koruptor Harus Dipenjara di Pulau Terpencil Berisi Binatang Buas
Senin, 13 Maret 2023 - 03:16 WIB
loading...
Launching Relawan Anies (BroNies) di Jakarta dihadiri sejumlah politisi partai pendukung Anies Baswedan. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menyarankan, Capres Anies Baswedan berani menindak tegas koruptor jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024 . Menurutnya, semua koruptor saat ini yang merajalela dan pamer kekayaan di antara penderitaan rakyat harus dihukum.
"Mereka harus dipenjarakan di pulau terpencil yang berisi binatang buas atau nyamuk malaria. Mereka sudah keterlaluan mengkhianati bangsa kita," kata Syahganda Nainggolan dalam orasinya di hadapan masyarakat pada acara Launching Relawan Anies (BroNies) di Jakarta, Minggu 12 Maret 2023. Baca juga: Pilpres 2024, PKS Resmi Usung Anies Baswedan
Dia mengatakan, negara tidak boleh dipimpin oleh sosok yang kelasnya ecek-ecek. Sebab, dia menilai kepemimpinan yang lemah akhirnya akan menimbulkan kerusakan negara yang ditandai dengan korupsi merajalela, pamer kemewahan pejabat serta keluarganya, dan membiarkan rakyat terus berasa dalam kemiskinan.
Dia mengatakan, negara harus dipimpin oleh sosok kuat, anti terhadap korupsi, dan pro rakyat miskin. Mantan aktivis ITB ini memberikan gambaran kasus Tanah Merah di Jakarta adalah korban dari kepemimpinan nasional yang tidak pro rakyat.
"Mereka harus dipenjarakan di pulau terpencil yang berisi binatang buas atau nyamuk malaria. Mereka sudah keterlaluan mengkhianati bangsa kita," kata Syahganda Nainggolan dalam orasinya di hadapan masyarakat pada acara Launching Relawan Anies (BroNies) di Jakarta, Minggu 12 Maret 2023. Baca juga: Pilpres 2024, PKS Resmi Usung Anies Baswedan
Dia mengatakan, negara tidak boleh dipimpin oleh sosok yang kelasnya ecek-ecek. Sebab, dia menilai kepemimpinan yang lemah akhirnya akan menimbulkan kerusakan negara yang ditandai dengan korupsi merajalela, pamer kemewahan pejabat serta keluarganya, dan membiarkan rakyat terus berasa dalam kemiskinan.
Dia mengatakan, negara harus dipimpin oleh sosok kuat, anti terhadap korupsi, dan pro rakyat miskin. Mantan aktivis ITB ini memberikan gambaran kasus Tanah Merah di Jakarta adalah korban dari kepemimpinan nasional yang tidak pro rakyat.
Lihat Juga :