Mengenal 6 Ibu Negara, Fatmawati hingga Iriana
Rabu, 08 Maret 2023 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Pada 14 Mei 1980, Fatmawati meninggal dunia di Kuala Lumpur, Malaysia, akibat serangan jantung. Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Atas jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Fatmawati pada tahun 2000.
Saat mendampingi Soeharto sebagai presiden sejak 1968, Bu Tien banyak berperan dalam berbagai kebijakan yang dikeluarkan Presiden Soeharto. Ia juga merupakan penggagas proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diresmikan Soeharto pada 1975. Gagasan dibangunnya miniatur Indonesia itu dicetuskan Bu Tien pada tahun 1970.
Dua tahun sebelum Soeharto lengser, tepatnya pada 28 April 1996, Bu Tien meninggal dunia karena sakit jantung. Ia dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Tak lama setelah itu, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Siti Hartinah Soeharto pada 30 Juli 1996.
Baca Juga: Kisah BJ Habibie, Bertemu Ainun Pertama Kali Setelah Lulus Kuliah di Aachen Jerman
Lahir di Semarang pada 11 Agustus 1931 dengan nama asli Hasri Ainun Besari, Ainun merupakan seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan pernah bekerja di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Ainun menikah dengan Habibie pada 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra. Ia meninggal pada 24 Maret 2010 di Jerman karena kanker ovarium. Jasadnya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
2. Tien Soeharto
Tien Soeharto, atau akrab disapa Bu Tien, adalah istri Presiden Soeharto, presiden kedua Indonesia. Pemilik nama lengkap Raden Ayu Siti Hartinah ini lahir di Jaten, Jawa Tengah pada 23 Agustus 1923. Ia menikah dengan Soeharto pada 26 Desember 1947 di Surakarta. Keduanya dikaruniai 6 orang anak.Saat mendampingi Soeharto sebagai presiden sejak 1968, Bu Tien banyak berperan dalam berbagai kebijakan yang dikeluarkan Presiden Soeharto. Ia juga merupakan penggagas proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diresmikan Soeharto pada 1975. Gagasan dibangunnya miniatur Indonesia itu dicetuskan Bu Tien pada tahun 1970.
Dua tahun sebelum Soeharto lengser, tepatnya pada 28 April 1996, Bu Tien meninggal dunia karena sakit jantung. Ia dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Tak lama setelah itu, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Siti Hartinah Soeharto pada 30 Juli 1996.
3. Hasri Ainun Habibie
Ketika BJ Habibie menjadi presiden ketiga Indonesia, otomatis Hasri Ainun Habibie memulai perannya sebagai ibu negara. Perempuan yang akrab disapa Ainun ini dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia mendirikan klinik mata di Bogor yang kini bernama Klinik Mata dr Hasri Ainun Habibie, selain mendirikan Yayasan Beasiswa Orbit yang memberikan beasiswa kepada pelajar. Ainun juga sempat menjadi Ketua Perkumpulan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia (PPMTI).Baca Juga: Kisah BJ Habibie, Bertemu Ainun Pertama Kali Setelah Lulus Kuliah di Aachen Jerman
Lahir di Semarang pada 11 Agustus 1931 dengan nama asli Hasri Ainun Besari, Ainun merupakan seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan pernah bekerja di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Ainun menikah dengan Habibie pada 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra. Ia meninggal pada 24 Maret 2010 di Jerman karena kanker ovarium. Jasadnya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
4. Sinta Nuriyah Wahid
Ibu negara Indonesia yang keempat, Sinta Nuriyah Wahid, adalah istri Presiden Abdurrahman Wahid. Pernikahannya dengan Gus Dur, sapaan Abdurrahman Wahid, terbilang unik karena dilakukan secara jarak jauh. Ketika menikah pada 11 Juli 1968, Gus Dur tengah berada di luar negeri untuk menempuh pendidikannya, sementara Sinta di Jombang. Karena itu, Gus Dur diwakilkan oleh KH Bisri Syansuri, kakeknya. Kedua baru berkumpul pada 1971, sepulangnya Gus Dur dari luar negeri.Lihat Juga :