Jika Ingin Menang, Pengamat Sarankan KIB Usung Ganjar-Airlangga Bukan Ganjar-Erick

Rabu, 08 Maret 2023 - 15:11 WIB
loading...
Jika Ingin Menang, Pengamat...
KIB disarankan mengusung Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. Saran ini disampaikan oleh pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago. Foto/LSI Denny JA
A A A
JAKARTA - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disarankan mengusung Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. Saran ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consultong, Pangi Syarwi Chaniago.

Pandangan ini dikatakan Pangi, dalam merespons Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang mengisyaratkan Ganjar-Erick Thohir cocok memimpin Indonesia, di hadapan Presiden Jokowi saat Rakernas PAN di Semarang beberapa waktu lalu.

"Kalau PAN usung Ganjar-Erick ya enggak ada kader yang dari KIB. Itu yang jadi persoalan. KIB kan ini tiga partai yang berkoalisi. Paling besar itu Golkar, kemudian PAN, dan PPP," kata Pangi dalam keterangannya, Rabu (8/3/2023).

Pangi juga menilai, Ganjar dan Airlangga lebih berpotensi menang lantaran Ganjar dan Airlangga sudah punya mesin partai. Ganjar di PDIP dan Airlangga di Golkar

"Erick bukan kader partai, enggak punya mesin partai, hanya mengandalkan figur dan logistik. Figur dan logistik dalam Pilpres enggak ada jaminan juga," ucap dia

"Meskipun misal Airlangga sebagai cawapres, tapi dia sebagai ketum Golkar tentu secara otomatis mesin partai berjalan. Akan lebih kuat memenangkan ketua umumnya, Golkar akan berjuang karena itu kader mereka," tambahnya.

Baca juga: Pengamat: Nasionalis-Islam Itu Konsensus, Peluang Ganjar-Airlangga Masih Terbuka

Menurutnya, hasil survei memang bisa saja menampilkan Ganjar dan Erick, tetapi itu masih berbentuk hasil survei, dan belum masuk mesin partai.

"Kalau mesin partai kan enggak mungkin juga bergerak kalau Ganjar-Erick. Kenapa? Karena enggak ada nyangkut dengan Golkarnya. Nah kalau ada Airlangga kan pasti mesin partai bergerak, berikhtiar untuk berupaya menangkan Ganjar dan Airlangga," jelas Pangi.

Lebih lanjut kata Pangi, bicara bagaimana Golkar terus mensyaratkan Airlangga di KIB untuk tetap maju sebagai capres atau cawapres.

Sementara PAN dan PPP, dikatakan Pangi, tidak mensyaratkan, sehingga dua partai tersebut menurut Pangi agak sulit dikendalikan, sebab PPP dan PAN tidak ada titipan.

"Beda dengan Golkar. Airlangga jadi mau diapain lagi, karena bagi Golkar, mau kalah mau menang enggak ada masalah dalam Pilpres. Masalahnya, sekarang Golkar enggak mau absen dalam mengusung capres atau cawapres," tuturnya.

Pangi merasa bahwa Golkar hari ini berbeda dengan Golkar di masa lalu. Golkar tak mempermasalahkan capres atau cawapresnya menang atau kalah dalam Pilpres.

"Sebab kan Golkar tetap dapat jatah menteri tiga atau empat. Nah dengan demikian Golkar enggak punya beban. Nah sekarang Golkar punya ambisi mengusung capres atau cawapresnya dalam pilpres," ujarnya..

"Nah PPP dan PAN enggak punya ambisi, sehingga munculnya nama Erick itu kita enggak kaget karena mereka enggak punya kader yang mau diusung. Sementara Golkar punya kader. Bagaimana mungkin partai enggak punya ambisi mengusung kadernya sendiri. Itu yang menurut saya aneh bin ajaib," pungkasnya.

Untuk diketahui, menuju Pilpres 2024 sudah terbentuk wacana tiga koalisi parpol, yakni KIB dengan tiga parpol yaitu Golkar, PAN, dan PPP. Sedangkan di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) ada Partai Gerindra dan PKB.

Koalisi lainnya yang sudah muncul adalah Koalisi Perubahan yang berisikan Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS. Ketiga partai ini sudah sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024.

Sedangkan PDIP sampai sekarang belum menentukan arah akan berkoalisi dengan siapa. Karena PDIP sendiri pun jika seandainya maju sendiri di Pilpres 2024, suaranya sudah cukup tanpa harus berkoalisi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Indonesia dan Rusia...
Indonesia dan Rusia Teken Agreed Minutes SKB ke-14 untuk Perkuat Kerja Sama Strategis
Prabowo Panggil Menko...
Prabowo Panggil Menko Airlangga, Purbaya, hingga Gubernur BI ke Istana
Menko Airlangga Ungkap...
Menko Airlangga Ungkap Kelanjutan Proyek Jet Tempur KF-21
Kebijakan WFH ASN Berpotensi...
Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat APBN Capai Rp6,2 Triliun
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Harga Plastik Meroket...
Harga Plastik Meroket 100%, Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Industri
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved