Gerakan Tolak Bayar Pajak Tidak Akan Bertahan Lama

Rabu, 08 Maret 2023 - 00:53 WIB
loading...
Gerakan Tolak Bayar...
Isu sensasional gerakan tolak bayar pajak diyakini tidak akan bertahan lama.Foto/Istimewa/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Isu sensasional gerakan tolak bayar pajak diyakini tidak akan bertahan lama. Pemerintah pun pastinya berupaya mencari cara meningkatkan partisipasi publik dalam membayar pajak.

Gerakan tolak bayar pajak ini bergulir akibat tereksposenya harta fantastis pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo . Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Hasran mengatakan, dalam sebulan terakhir, muncul ketidakpercayaan publik terhadap instansi pajak.

Terkait hal ini, lanjut Hasran, pemerintah akan berupaya mencari solusinya dengan pendekatan-pendekatan baru dalam mendorong orang membayar pajak. "Isu sensasional seperti ini biasanya tidak akan bertahan lama," kata Hasran pada Selasa (7/3/2023).

Direktur Eksekutif Pratama Kreston Tax Research Institute (TRI), Prianto Budi Sapotono menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan gerakan tolak bayar pajak tidak akan maksimal. Pertama, gerakan spontanitas ini muncul sebagai bentuk kekecewaan atas oknum pejabat pajak.

Kedua, basis perpajakan dalam negeri sudah bergeser dari pajak penghasilan (PPh) ke pajak pertambahan nilai (PPN). Akibatnya, pajak menempel ditransaksi. Baca: Pengamat Sebut Gerakan Boikot Pajak Tak Akan Berjalan

"Setiap masyarakat atau perusahaan yang bertransaksi sudah pasti memunculkan pembayaran PPN. Jadi, pada dasarnya mereka sudah bayar pajak, khususnya pajak tidak langsung berupa PPN yang ada ditransaksi konsumsi dalam negeri," ujarnya.

Ketiga, pajak atas penghasilan yang dibayarkan pemberi kerja sudah pasti telah dipotong, disetor, dan dilaporkan ke kas negara. "Pun demikian dengan penghasilan perusahaan dari jasa, sudah dipotong PPh oleh pemberi penghasilan," ucapnya.

(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Sidang Kasus Chromebook...
Sidang Kasus Chromebook Nadiem Makarim, JPU Hadirkan Ahli dari Dirjen Pajak
Tax Payer Community:...
Tax Payer Community: Uang Pajak Bukan untuk Perang
Gibran Dukung Lahirnya...
Gibran Dukung Lahirnya UU Konsultan Pajak, Ketum IKPI: Saatnya Miliki Payung Hukum
Komunikasi Tersangka...
Komunikasi Tersangka Pajak dengan ASN DJP Didalami KPK Berdasarkan Barang Bukti Elektronik
OTT Pejabat Pajak di...
OTT Pejabat Pajak di Banjarmasin, KPK: Momentum Pembenahan Sistem Perpajakan
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Prediksi 5 Negara yang...
Prediksi 5 Negara yang Tidak Akan Terlibat di Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved