Kisah Heroik Jenderal Sarwo Edhie Merebut Pangkalan Udara dari Tangan Komunis
Selasa, 28 Februari 2023 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum peristiwa bersejarah itu terjadi, Sarwo Edhie sempat didatangi oleh Brigjen Sabur selaku Komandan Resimen Tjakrabirawa atau pasukan pengamanan Presiden Soekarno yang bertanggung jawab atas G30S.
Sarwo Edhie sempat diajak untuk bergabung dalam kubu G30S. Namun hal tersebut ditolaknya.
Hingga setelah Peristiwa G30S telah dilancarkan, Sarwo Edhie langsung diberikan tugas untuk merebut beberapa lokasi strategis yang telah dikuasai kelompok separatis komunis.
Pengamanan wilayah Jakarta akan menjadi misi utama dalam tugas awal Sarwo Edhie sebelum bergerak menguasai Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi dan Pangkalan Udara Halim.
Baca juga : Pramono Edhi Wibowo, dari Militer hingga Politik
Dikutip dari patikab, Pasukan RPKAD yang dipimpin Sarwo Edhie diperintahkan untuk memulai misi pada 1 Oktober 1965 sekira pukul 17.00 WIB petang untuk merebut Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi.
Sarwo Edhie sempat diajak untuk bergabung dalam kubu G30S. Namun hal tersebut ditolaknya.
Hingga setelah Peristiwa G30S telah dilancarkan, Sarwo Edhie langsung diberikan tugas untuk merebut beberapa lokasi strategis yang telah dikuasai kelompok separatis komunis.
Pengamanan wilayah Jakarta akan menjadi misi utama dalam tugas awal Sarwo Edhie sebelum bergerak menguasai Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi dan Pangkalan Udara Halim.
Baca juga : Pramono Edhi Wibowo, dari Militer hingga Politik
Dikutip dari patikab, Pasukan RPKAD yang dipimpin Sarwo Edhie diperintahkan untuk memulai misi pada 1 Oktober 1965 sekira pukul 17.00 WIB petang untuk merebut Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi.
Lihat Juga :