Waspada! Potensi Cuaca Ekstrem Terjadi Hampir di Semua Provinsi Sepekan ke Depan
Senin, 27 Februari 2023 - 10:04 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem dalam periode sepekan ke depan yang bisa terjadi di hampir semua provinsi di Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem dalam periode sepekan ke depan yang bisa terjadi di hampir semua provinsi di Indonesia.
“Di hampir semua provinsi ini tampaknya harus lebih waspada (cuaca ekstrem) sampai seminggu ke depan,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Senin (27/2/2023). Baca juga: BMKG DIY Imbau Warga Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Dwikorita mengatakan BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem pada 22 Februari 2023 lalu. Menurutnya, hal ini diakibatkan adanya fenomena atau kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini menunjukkan dinamika atmosfer dan berdampak pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut diakibatkan oleh adanya monsun atau aktivitas monsun Asia yaitu angin yang bertiup dari arah Asia yang masih menguap dan adanya indikasi aktifnya seruakan udara dingin dari Asia. “Serta adanya pusat tekanan rendah di Australia bagian utara dan pola sirkulasi angin yang terbentuk di sekitar wilayah Indonesia yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin.”
“Hal-hal tersebutlah yang memicu terjadinya peningkatan intensitas curah hujan di seluruh wilayah Indonesia,” sambung Dwikorita.
“Di hampir semua provinsi ini tampaknya harus lebih waspada (cuaca ekstrem) sampai seminggu ke depan,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Senin (27/2/2023). Baca juga: BMKG DIY Imbau Warga Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Dwikorita mengatakan BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem pada 22 Februari 2023 lalu. Menurutnya, hal ini diakibatkan adanya fenomena atau kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini menunjukkan dinamika atmosfer dan berdampak pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut diakibatkan oleh adanya monsun atau aktivitas monsun Asia yaitu angin yang bertiup dari arah Asia yang masih menguap dan adanya indikasi aktifnya seruakan udara dingin dari Asia. “Serta adanya pusat tekanan rendah di Australia bagian utara dan pola sirkulasi angin yang terbentuk di sekitar wilayah Indonesia yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin.”
“Hal-hal tersebutlah yang memicu terjadinya peningkatan intensitas curah hujan di seluruh wilayah Indonesia,” sambung Dwikorita.
Lihat Juga :