Cegah Generasi Muda Terpapar Radikalisme, BNPT Ajak Pesantren Jadi Agen Kontra Narasi
Sabtu, 25 Februari 2023 - 19:14 WIB
loading...
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengajak pondok pesantren menjadi agen kontra narasi untuk mencegah generasi muda terpapar radikalisme. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak pondok pesantren menjadi agen kontra narasi melalui dakwah yang rahmatan lil alamin. Hal ini sebagai upaya mencegah generasi muda terpapar ideologi menyimpang.
"Keterpaparan hari ini yang paling tinggi adalah melalui sosial media. Bahkan dengan media sosial bisa menjadi radikal dengan sendirinya dengan membaca konten-konten menyimpang," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, Sabtu (25/2/2023).
Terkait hal ini, BNPT sebelumnya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3I) di Menara Peninsula Hotel, Jakarta pada Jumat 24 Februari 2024..
Baca juga: Kepala BNPT: Tak Boleh Ada Ruang bagi Ideologi Kekerasan di Indonesia
Boy Rafli berharap pesantren dapat menyebarkan narasi-narasi dan dakwah-dakwah Islam rahmatan lil alamin untuk memagari para santri khususnya, dan para pemuda generasi penerus bangsa agar tidak terpropaganda ideologi radikal intoleran.
"Keterpaparan hari ini yang paling tinggi adalah melalui sosial media. Bahkan dengan media sosial bisa menjadi radikal dengan sendirinya dengan membaca konten-konten menyimpang," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, Sabtu (25/2/2023).
Terkait hal ini, BNPT sebelumnya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3I) di Menara Peninsula Hotel, Jakarta pada Jumat 24 Februari 2024..
Baca juga: Kepala BNPT: Tak Boleh Ada Ruang bagi Ideologi Kekerasan di Indonesia
Boy Rafli berharap pesantren dapat menyebarkan narasi-narasi dan dakwah-dakwah Islam rahmatan lil alamin untuk memagari para santri khususnya, dan para pemuda generasi penerus bangsa agar tidak terpropaganda ideologi radikal intoleran.
Lihat Juga :