BMKG Imbau 19 Provinsi Ini Waspada Cuaca Ekstrem Akibat 3 Bibit Siklon Tropis

Senin, 06 Februari 2023 - 08:35 WIB
loading...
BMKG Imbau 19 Provinsi Ini Waspada Cuaca Ekstrem Akibat 3 Bibit Siklon Tropis
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait dengan potensi cuaca ekstrem di 19 provinsi akibat tiga bibit siklon tropis. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait dengan potensi cuaca ekstrem di 19 provinsi. Cuaca ekstrem terjadi akibat tiga Bibit Siklon Tropis selama sepekan kedepan atau hingga 12 Februari 2023.

Tiga bibit sikon tersebut masing-masing, Bibit Siklon Tropis 94S yang terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot, dan tekanan udara minimum 1000.2 mb. Sistem ini bergerak ke arah timur tenggara dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori sedang.

Kedua, Bibit Siklon Tropis 95S yang terpantau berada di Samudera Hindia sebelah Selatan Banten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1004.2 mb. Sistem ini bergerak ke arah Barat dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah.



Ketiga, Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau berada di Samudra Hindia Selatan NTB dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1002.8 mb. Sistem ini bergerak ke arah tenggara dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori Rendah.

“Kemunculan tiga bibit siklon tropis ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Senin (6/2/2023).



Senada, Deputi Meteorologi Guswanto mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk siap-siaga dan waspada menghadapi cuaca ekstrem akibat kemunculan tiga bibit siklon tropis. Salah satunya dengan memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Selain itu, melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

“Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Khusus yang berada di wilayah lereng pegunungan dan bukit waspadai tanah longsor, dan yang berada di daerah aliran sungai waspada banjir bandang,” katanya.
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2417 seconds (11.252#12.26)