Ketua Umum PBNU: Sulit Lepaskan NU dari Identitas Politik

Rabu, 01 Februari 2023 - 19:34 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU: Sulit...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengaku sulit melepaskan NU dari identitas politik. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengaku sulit melepaskan NU dari identitas politik. Namun demikian, Gus Yahya mengatakan, jika NU terlibat sebagai pihak dalam berkompetisi maka hal itu berbahaya.

"NU ini sulit, saya akui tidak mudah, tapi menurut saya pertama bahwa kalau NU sampai terlibat sebagai pihak dalam kompetisi itu salah dan berbahaya," kata Gus Yahya dalam ngopi bareng Gus Yahya bersama dengan pimred media nasional, Rabu (1/2/2023).

Baca juga: Gus Yahya Dukung Putusan MK Tolak Legalkan Nikah Beda Agama

Gus Yahya menjelaskan, NU tak boleh menjadi pihak dalam sebuah kompetisi dikarenakan sejumlah alasan. Pertama, NU dengan konstituennya tak adil jika ikut dalam sebuah kompetisi politk. "Sudah banyak contoh di Irak, Nigeria, India, karena identitas dieksploitasi sebagai senjata politik. NU sudah jadi identitas politik, namun tidak boleh dieksploitasi,"ujarnya.

Baca juga: Al Qur'an Kembali Dibakar, Ketum PBNU Gus Yahya: Rasmus Paludan Berbuat Sia-sia

Kedua, telah ada dalam putusan Muktamar NU 1984 yang menegaskan NU harus mengambil jarak dari poltik praktis. "Putusan Muktamar NU 84, NU harus mengambil jarak dari politik praktis. Perdebatan sudah, sudah diputuskan, ini semua kita tinggal menerapkannya dalam praktik,"ujarnya.

Oleh karena itu, ke depan NU buat artikulasi publik dengan tujuan pendidikan publik bukan untuk memicu benturan kekuasaan. "Tidak boleh yang lain karena NU tidak boleh jadi pihak dalam konsentrasi politik dan kekuasaan. Kalau mau perubahan, kita gunakan jalur lain tidak harus gunakan artikulasi publik, tidak harus benturan kekuasaan dengan pihak lain,"katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Rekomendasi
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved