Manusia yang Makin Terdigital: Tantangan dalam Hidup Modern
Rabu, 15 Juli 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Berbagai proyeksi tentang manusia di masa depan lalu dibuat. Orang berimajinasi bahwa di masa depan antara ponsel dan tubuh manusia tidak lagi ada jarak yang terpisah. Ia menyatu dalam tubuh fisik selama 24 jam sehingga orang tidak lagi perlu khawatir bahwa ponselnya ketinggalan di suatu tempat. Manusia yang terdigitalkan oleh situasi seperti itu sering disebut transhuman. Manusia yang melampaui fitrah manusia. Tantangan itu bukan lagi fiksi yang hidup di awang-awang atau dunia imajinasi. Berbagai perusahaan besar di dunia telah melakukan riset atau studi yang mengintegrasikan dua sisi itu dalam satu kepingan.
Tapi saya percaya bahwa kemampuan manusia yang akan terus bertambah, karena makin terintegrasi dengan segala hal berbau digital, belum akan menjadi soal yang besar sejauh perasaan sedih dan gembira, kecewa dan marah belum terdefinisikan secara digital. Secara teknis, instrumen digital tetap hanya merupakan peralatan yang bisa menghitung. To calculate atau to compute. Kata yang menjadi akar dari kalkulator atau komputer, yang hari ini menjelma dalam peranti yang beraneka ragam. Instrumen digital bukanlah sesuatu yang sudah mampu menjangkau ekspresi emosional manusia konvensional.
Survei yang dilakukan organisasi World Economic Forum (WEF) terhadap 800 eksekutif dan pemimpin bisnis di seluruh dunia pada 2016/2017 menghasilkan salah satu simpulan yang tidak terhindarkan. Apa itu? Terintegrasinya ponsel dengan kemampuan tinggi ke dalam tubuh manusia dan akan dipasarkan secara komersial. Kapan itu terjadi? Menurut para responden, implantable phone atau ponsel yang terimplan itu bisa dibeli pada 2024 mendatang.
Kita belum tahu, setelah itu, lompatan teknologi apa lagi yang akan ada di depan mata kita.
Tapi saya percaya bahwa kemampuan manusia yang akan terus bertambah, karena makin terintegrasi dengan segala hal berbau digital, belum akan menjadi soal yang besar sejauh perasaan sedih dan gembira, kecewa dan marah belum terdefinisikan secara digital. Secara teknis, instrumen digital tetap hanya merupakan peralatan yang bisa menghitung. To calculate atau to compute. Kata yang menjadi akar dari kalkulator atau komputer, yang hari ini menjelma dalam peranti yang beraneka ragam. Instrumen digital bukanlah sesuatu yang sudah mampu menjangkau ekspresi emosional manusia konvensional.
Survei yang dilakukan organisasi World Economic Forum (WEF) terhadap 800 eksekutif dan pemimpin bisnis di seluruh dunia pada 2016/2017 menghasilkan salah satu simpulan yang tidak terhindarkan. Apa itu? Terintegrasinya ponsel dengan kemampuan tinggi ke dalam tubuh manusia dan akan dipasarkan secara komersial. Kapan itu terjadi? Menurut para responden, implantable phone atau ponsel yang terimplan itu bisa dibeli pada 2024 mendatang.
Kita belum tahu, setelah itu, lompatan teknologi apa lagi yang akan ada di depan mata kita.
(ras)