2 Sosok Letjen Kehormatan dalam Sejarah TNI
Selasa, 31 Januari 2023 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Dilansir dari Repository Universitas Siliwangi terkait "Profil Bambang Sugeng", Letjen TNI Bambang Soegeng dilahirkan pada tanggal 31 Oktober 1913 di Desa Tegalrejo Magelang, Bambang Sugeng merupakan anak sulung dari enam bersaudara.
Bambang mulai terjun di militer ketika tergabung dalam PETA Gyugun Renseitai di Bogor pada 1934. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Bambang diangkat menjadi Komandan Resimen TKR di Wonosobo dengan pangkat Letnan Kolonel.
Bambang Soegeng juga pernah memimpin pasukan TKR pada saat Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Selain itu dia juga termasuk perwira yang terlibat dalam perencanaan Serangan Umum 1 Maret 1949.
Karena pengalamannya ini, Bambang dipercaya untuk menjadi KSAD ke-3 yang menjabat pada 22 Desember hingga 8 Mei 1955.
Setelah berhenti dalam dinas militer, Bambang sempat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Vatikan (1956-1960), Jepang (1960-1964), dan Brazil (1964-1966).
Beliau meninggal dunia pada 22 Juni 1977. Atas jasanya ini Bambang lantas mendapat gelar kehormatan pada November 1997 oleh Presiden Soeharto.
Bambang mulai terjun di militer ketika tergabung dalam PETA Gyugun Renseitai di Bogor pada 1934. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Bambang diangkat menjadi Komandan Resimen TKR di Wonosobo dengan pangkat Letnan Kolonel.
Bambang Soegeng juga pernah memimpin pasukan TKR pada saat Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Selain itu dia juga termasuk perwira yang terlibat dalam perencanaan Serangan Umum 1 Maret 1949.
Karena pengalamannya ini, Bambang dipercaya untuk menjadi KSAD ke-3 yang menjabat pada 22 Desember hingga 8 Mei 1955.
Setelah berhenti dalam dinas militer, Bambang sempat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Vatikan (1956-1960), Jepang (1960-1964), dan Brazil (1964-1966).
Beliau meninggal dunia pada 22 Juni 1977. Atas jasanya ini Bambang lantas mendapat gelar kehormatan pada November 1997 oleh Presiden Soeharto.
Lihat Juga :