alexametrics

Ketua Umum LDII Wafat, PP Muhammadiyah Sampaikan Bela Sungkawa

loading...
Ketua Umum LDII Wafat, PP Muhammadiyah Sampaikan Bela Sungkawa
Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Abdullah Syam semasa hidup. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A+ A-
YOGYAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Abdullah Syam.

Tokoh yang juga menjabat Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini meninggal di usia 72 tahun.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan meninggalnya Ketua Umum LDII menjadi duka bagi umat islam. “Beliau termasuk yang suka menjalin silaturahmi dan ukhuwah. Dalam keragaman paham dan pandangan keislaman, kita harus mengedepankan tasamuh dan ukhuwah demi kemajuan umat Islam di Indonesia, juga di mancanegara,” tutur Haedar dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (14/7/2020).

(Baca juga: 20 Provinsi Laporkan Penambahan Positif Corona di Bawah 10 Kasus)



Bahkan pada masa pandemi Covid-19, kata Haedar, almarhum tidak bosan mengajak warganya untuk peduli hadapi pandemi tersebut. "Saya mengimbau kepada warga LDII untuk dapat saling tolong menolong terutama kepada lingkungan terdekat yang terdampak penghidupannya akibat wabah Covid-19," tuturnya.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) adalah organisasi sosial independen untuk studi dan penelitian tentang Alquran dan Hadis. Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dan fungsinya, LDII mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila yang diridhai Allah.
(dam)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak