Biaya Haji Diusulkan Rp69 Juta, Fadli Zon Curiga Ada Masalah Tata Kelola
Sabtu, 28 Januari 2023 - 09:42 WIB
loading...
Fadlli Zon mencurigai ada masalah paa tata kelola sehingga mendorong usulan kenaikan biaya haji yang tinggi tahun ini. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon menilai usulan biaya haji 2023 yang disampaikan Kementerian Agama terlalu tinggi. Dia membandingkan biaya yang ditanggung jamaah haji Malaysia.
Menurut Fadli, meskipun biaya total biayanya elatif sama, namun jumlah yang harus dibayarkan jamaah haji Indonesia jauh lebih tinggi ketimbang Malaysia. Padahal kata Fadli dengan jumlah jamaah haji Indonesia yang paling besar di dunia seharusnya biaya yang dikeluarkan dapat lebih ditekan.
Malaysia, kata Fadli, menetapkan biaya haji dalam dua golongan, yakni B40 (bottom 40) atau penduduk dengan pendapatan 40 persen terbawah dan selebihnya kategori bukan B40. Dengan biaya total ongkos naik haji di Malaysia dan Indonesia relatif sama di angka Rp100 juta.
Baca juga: Endus Pemborosan Usulan Biaya Haji Rp69 Juta, PKS Beri 6 Solusi
Jamaah haji B40 di Malaysia hanya membayar sebesar MYR10.980 atau sekitar Rp38,59 juta. Sementara yang tergolong bukan B40 hanya membayar MYR12.980 atau Rp 45,62 juta. Sisanya ditanggung lembaga tabung haji. Bandingkan dengan jamaah Indonesia yang mesti merogoh kocek Rp69,1 juta kalau usulan Kemenag diterima.
Fadli Zon mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi juga telah menurunkan harga akomodasi haji sekitar 30 persen pada 2023. Karena itu, dia mencurigai ada persoalan yang membuat pemerintah justru masih menaikkan biaya haji tahun ini.
"Di tengah semua penurunan tersebut, jelas ada masalah tata kelola yang serius jika pemerintah justru menaikkan porsi biaya yang harus dibayarkan oleh jamaah haji Indonesia. Bahkan jika besaran kenaikannya lebih dari 73 persen," ujar Fadli Zon, Jumat (27/1/2023).
Menurut Fadli, meskipun biaya total biayanya elatif sama, namun jumlah yang harus dibayarkan jamaah haji Indonesia jauh lebih tinggi ketimbang Malaysia. Padahal kata Fadli dengan jumlah jamaah haji Indonesia yang paling besar di dunia seharusnya biaya yang dikeluarkan dapat lebih ditekan.
Malaysia, kata Fadli, menetapkan biaya haji dalam dua golongan, yakni B40 (bottom 40) atau penduduk dengan pendapatan 40 persen terbawah dan selebihnya kategori bukan B40. Dengan biaya total ongkos naik haji di Malaysia dan Indonesia relatif sama di angka Rp100 juta.
Baca juga: Endus Pemborosan Usulan Biaya Haji Rp69 Juta, PKS Beri 6 Solusi
Jamaah haji B40 di Malaysia hanya membayar sebesar MYR10.980 atau sekitar Rp38,59 juta. Sementara yang tergolong bukan B40 hanya membayar MYR12.980 atau Rp 45,62 juta. Sisanya ditanggung lembaga tabung haji. Bandingkan dengan jamaah Indonesia yang mesti merogoh kocek Rp69,1 juta kalau usulan Kemenag diterima.
Fadli Zon mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi juga telah menurunkan harga akomodasi haji sekitar 30 persen pada 2023. Karena itu, dia mencurigai ada persoalan yang membuat pemerintah justru masih menaikkan biaya haji tahun ini.
"Di tengah semua penurunan tersebut, jelas ada masalah tata kelola yang serius jika pemerintah justru menaikkan porsi biaya yang harus dibayarkan oleh jamaah haji Indonesia. Bahkan jika besaran kenaikannya lebih dari 73 persen," ujar Fadli Zon, Jumat (27/1/2023).
Lihat Juga :