Merasa Dirugikan, SAS Institute Sebut Kiai Said Jadi Subjek Korban Kasus Unila
Jum'at, 27 Januari 2023 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
"Jika orang datang ceramah kemudian diberikan bisyaroh (pengganti transport) itu biasa. Tidak ada bisyaroh pun, juga biasa. Jadi harus dipahami bahwa motif kehadiran Kiai Said bukan karena amplop, namun karena permintaan untuk berdakwah," kat Abi Rekso.
Abi Rekso juga ingin menyampaikan kepada publik bahwa hasil kesaksian Muallimin adalah keterangan alat bukti persidangan, bukan hasil temuan baru persidangan. Jika membaca hasil berita acara persidangan, JPU tidak fokus pada map bertuliskan SAS. Artinya, bisa disimpulkan bahwa Kiai Said murni subjek korban.
"Pemberitaan ini murni framing media, kita bisa pahami itu. Pegangan publik ada pada hasil persidangan," katanya.
"Jika bicara asas keadilan, baik Kiai SAS ataupun SAS Institute juga dirugikan dengan adanya pemberitaan negatif. Ya namanya juga era keterbukaan informasi, yang penting tetap ada ruang dialog," kata Abi Rekso.
Abi Rekso juga ingin menyampaikan kepada publik bahwa hasil kesaksian Muallimin adalah keterangan alat bukti persidangan, bukan hasil temuan baru persidangan. Jika membaca hasil berita acara persidangan, JPU tidak fokus pada map bertuliskan SAS. Artinya, bisa disimpulkan bahwa Kiai Said murni subjek korban.
"Pemberitaan ini murni framing media, kita bisa pahami itu. Pegangan publik ada pada hasil persidangan," katanya.
"Jika bicara asas keadilan, baik Kiai SAS ataupun SAS Institute juga dirugikan dengan adanya pemberitaan negatif. Ya namanya juga era keterbukaan informasi, yang penting tetap ada ruang dialog," kata Abi Rekso.
(abd)
Lihat Juga :