Nostalgia Dua Komandan Paspampres, Separuh Napas di Bundaran HI

Jum'at, 27 Januari 2023 - 06:00 WIB
loading...
A A A
Saat itu, ia perkirakan pukul 12.20. Matahari menyengat sejadi-jadinya. Sementara, Wahyu, Maruli, Doni Monardo, dan pasukan pengamanan presiden lain berbusana formil, lengkap dengan jas, dasi, dan sepatu pantofel.

Dengan balutan busana lengkap itu, keringat mulai bercucuran. Ia harus sigap menghalau tangan massa yang menerobos jendela mobil hendak menyalami tangan Presiden Jokowi. Di tengah suasana terik, berjalan kaki mendampingi laju lambat mobil kepresidenan dengan kewaspadaan penuh.

Terasa semakin berat, manakala situasi itu sama sekali di luar perhitungan. Sebab, skenario pengamanan berlapis telah disusun mulai dari Bundaran HI ke Istana. “Jadi, dari Semanggi ke Bundaran HI sangat di luar perkiraan. Tenggorokan kering. Ludah terasa getir,” tutur Wahyu.

Beruntung, ajudan Presiden Jokowi yang pertama adalah teman satu angkatan Wahyu. Segera ia berinisiatif memberinya sebotol air mineral. “Jadilah satu botol minuman itu kami minum seteguk-seteguk berantai ke belakang. Mulai dari perwira, bintara, tamtama, pun minum dari botol yang sama. Yang penting bisa membasahi tenggorokan,” kata Wahyu pula.

Tiba di Bundaran HI, persoalan belum sepenuhnya selesai. Sebab, presiden turun dan naik kereta kuda yang salah. Jokowi dan Ibu Iriana naik kereta kuda Wapres. Paspampres kembali disibukkan dengan manuver pergantian kereta kuda.

“Saat itu sudah banyak pasukan Paspampres. Saya melipir ke pinggir. Eh… ketemu pak Doni. Dia bilang, ‘Wahyu, kamu jangan tinggalkan area’. Saya jawab, ‘sebentar komandan, ambil napas. Lha komandan kok di sini? Pak Doni tersenyum dan menjawab sama, ‘ambil napas sebentar’. Kami pun tertawa,” kenang Wahyu.

Singkat kalimat, iring-iringan kereta kuda dari Bundaran HI ke Istana Negara jauh lebih terkendali. Situasi pun kondusif. Acara berlanjut sore hingga malam, yakni tampil di acara Mata Najwa. Saat di acara Mata Najwa, Doni menelepon Wahyu, “Sehabis acara kamu langsung pulang, istirahat, besok sertijab.”

Wahyu pulang, dan esok harinya ia menyerahkan jabatan Dan Grup C Paspampres, dan bergeser ke jabatan barunya sebagai Asisten Operasi Dankorpaskhas (2014 – 2015).

Jaga Komunikasi

Tak lama kemudian, Doni Monardo pun sertijab Dan Paspampres kepada penggantinya Mayjen TNI Andika Perkasa. Selanjutnya, Doni mengemban tugas sebagai Danjen Kopassus. Sekalipun begitu, komunikasi antara Doni dan Wahyu tak pernah putus.

“Beliau orang pertama yang menelepon dan mengucapkan selamat ketika saya dilantik menjadi Dan Paspampres, 27 Juni 2022. Menjelang KTT G-20 di Bali beberapa waktu lalu, pak Doni juga telepon saya, memberi saran-arahan terkait pengamanan 43 kepala negara. Beliau sangat care dengan Paspampres,” ujarnya.

Ia pun terkenang, saat di Paspampres dulu, ditugasi Doni Monardo untuk menanam ribuan pohon trembesi di sekitar bendungan Katulampa, Bogor. Juga area di dekat Jungle Land. “Kemarin saya lihat, pohonnya sudah tinggi-tinggi,” katanya, mantap.

Termasuk di lingkungan Markas Komando Paspampres di Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat. “Banyak sekali pohon peninggalan beliau di sini. Dan semua anggota paham, jangan sekali-kali merusak pohon. Bahkan kalau mau nebang, seperti ada peraturan tak tertulis, harus minta izin dulu ke Pak Doni,” katanya.

Kenangan Korea

Kesaksian Wadan Paspampres, Brigjen TNI (Mar) Oni Junianto tak kalah menarik. Ia ternyata sudah merasakan gemblengan Doni Monardo sejak tahun 2004, saat Doni menjabat Waasops Dan Paspampres (2004 – 2006). “Waktu itu beliau pangkat letkol saya kapten,” ujar Oni membuka kisah.



Saat itu, ia merasakan perubahan mendasar di tubuh Paspampres. Doni meletakkan dasar profesionalisme pada prajurit pengamanan presiden. Intensitas latihan ditingkatkan. Perlengkapan pun di-up-grade.

Tiba satu masa, Paspampres menyiapkan satu tim untuk mengikuti Pendidikan di Pasukan Khusus Korea Selatan, yang disebut Satuan 707. Semacam Satgultor (satuan penanggulangan teroris) kalau di Kopassus.

Jumlah pasukan Paspampres yang diberangkatkan ke Korea tercatat 15 orang. Doni Monardo paling senior. “Yang saya kagumi, beliau istilahnya tidak ‘mantul’ alias makan tulang, enak-enakan karena paling senior. Tidak. Pak Doni mengikuti semua tahapan latihan bersama kami. Betul-betul totalitas,” kenang lelaki kelahiran Pekalongan, Juni 1974 itu.

Sebelum latihan, Oni merasakan pelatih satuan 707 Korea sedikit under-estimated. Akan tetapi, Doni Monardo mengatakan, bahwa pasukan yang ia bawa berada pada level 8. Pelatih Korea sempat kaget dengan statement Doni yang diucapkan dengan sangat percaya diri.

Faktanya, semua prajurit Paspampres yang berlatih di sana, bisa mengikuti semua tahapan latihan. Latihan menembak, mampu. Kesamaptaan, tidak kalah. Fisik, prima. Sejak itu, pelatih Korea mulai percaya dan respek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Rekomendasi
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved