Jelang Musim Kemarau, BNPB Pantau Enam Provinsi Prioritas yang Rentan Karhutla
Rabu, 25 Januari 2023 - 16:31 WIB
loading...
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dipilihnya enam provinsi prioritas tersebut berdasarkan pengalaman dan kejadian kebakaran hutan yang rutin terjadi sebelumnya di Indonesia. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan terdapat enam provinsi prioritas yang dipantau pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BNPB menuturkan, enam provinsi tersebut menjadi konsentrasi persiapan pencegahan kebakaran terutama menjelang musim kemarau kering di tahun 2023.
Menurut Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dipilihnya enam provinsi prioritas tersebut berdasarkan pengalaman dan kejadian kebakaran hutan yang rutin terjadi sebelumnya di Indonesia.
"Jadi ada enam provinsi prioritas yakni ada tiga di Sumatera: Riau, Sumatera Selatan, Jambi. Kemudian tiga di Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," jelas Suharyanto saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023).
Baca juga: Enam Perintah Jokowi untuk Cegah Karhutla
Kendati pun demikian, Suharyanto mengungkapkan pemerintah tidak menutup kemungkinan juga bersiaga di provinsi-provinsi lainnya apabila terjadi kebakaran hutan yang membahayakan. Ia menuturkan, pihaknya akan mempersiapkan aksi pencegahan dan pemadaman apabila kebakaran justru terjadi di luar enam provinsi prioritas tersebut.
Menurut Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dipilihnya enam provinsi prioritas tersebut berdasarkan pengalaman dan kejadian kebakaran hutan yang rutin terjadi sebelumnya di Indonesia.
"Jadi ada enam provinsi prioritas yakni ada tiga di Sumatera: Riau, Sumatera Selatan, Jambi. Kemudian tiga di Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," jelas Suharyanto saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023).
Baca juga: Enam Perintah Jokowi untuk Cegah Karhutla
Kendati pun demikian, Suharyanto mengungkapkan pemerintah tidak menutup kemungkinan juga bersiaga di provinsi-provinsi lainnya apabila terjadi kebakaran hutan yang membahayakan. Ia menuturkan, pihaknya akan mempersiapkan aksi pencegahan dan pemadaman apabila kebakaran justru terjadi di luar enam provinsi prioritas tersebut.
Lihat Juga :