Provokasi Rasial dan Ujian Toleransi Beragama

Selasa, 24 Januari 2023 - 12:13 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya sejumlah demonstrasi dilakukan di mana dia juga membakar Alquran, di antaranya pada April 2022, yang dilakukan di wilayah yang banyak dihuni warga Muslim di Swedia. Pada November 2020, dia juga ditangkap di Prancis lalu dideportasi. Paludan juga pernah ditangkap di Belgia atas tuduhan ingin “menyebarkan kebencian” dengan membakar Alquran di Brussels.

Bagi masyarakat, Swedia dan mungkin banyak negara Eropa lainnya, aksi rasial Paludan bisa saja dianggap hal biasa. Namun, bagi umat beragama, terutama penganut Islam, aksi rasial seperti itu hal yang tidak bisa ditoleransi sama sekali.

Karena itu, negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, termasuk Indonesia, memang selayaknya melayangkan protes resmi sekaligus kecaman atas kejadian tersebut kepada otoritas Swedia di negara masing-masing. Pemerintah Swedia perlu diminta melihat dan memahami suasana kebatinan umat Islam yang terluka sekaligus harus memberi jaminan bahwa kejadian provokasi serupa tidak akan terulang lagi.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI telah merespons kejadian tersebut. Kemenlu lewat sebuah utas dalam akun Twitter resminya, @Kemlu_RI mengutuk keras politikus garis keras Swedia tersebut dan menegaskan bahwa kebebasan ekspresi tidak bisa dieksploitasi dan harus digunakan secara bertanggung jawab. “Aksi penistaan kitab suci ini telah melukai dan menodai toleransi umat beragama,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Di Tanah Air, sejumlah tokoh juga menyampaikan kecaman atas aksi penistaan agama oleh ekstremis sayap kanan Swedia tersebut. Di antaranya disampaikan oleh tokoh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan juga kalangan politisi. Pada intinya tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan mengutuk kejadian penghinaan tersebut, namun meminta agar umat Islam tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Memang sepatutnya umat Islam di Indonesia tidak terpancing untuk melakukan hal-hal yang berakibat negatif. Marah dan kecewa atas kejadian ini adalah perasaan yang sangat wajar, namun respons harus disampaikan dengan cara-cara yang elegan dan terpuji.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JK Tak Mungkin Menista...
JK Tak Mungkin Menista Agama, Pangi: Ada Penumpang Gelap
Ade Armando Klaim Tak...
Ade Armando Klaim Tak Pernah Sebut JK Menistakan Agama, tapi...
Perwakilan Ormas Katolik...
Perwakilan Ormas Katolik Imbau Laporan soal Ceramah JK Dicabut: Itu Hanya Editan
HKBP Sebut Tidak Ada...
HKBP Sebut Tidak Ada Unsur Penistaan Agama dalam Ceramah JK
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
JK Tegaskan Ceramahnya...
JK Tegaskan Ceramahnya Tidak Bicarakan Dogma Agama
Sempat Tegang, Pertemuan...
Sempat Tegang, Pertemuan Pandji Pragiwaksono dan Novel Bamukmin Berakhir dengan Tawa
Novel Bamukmin Bakal...
Novel Bamukmin Bakal Cabut Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Jika Minta Maaf
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Rekomendasi
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Berita Terkini
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved