Usulan Kenaikan Biaya Haji, PBNU Bandingkan dengan Ongkos Umrah

Jum'at, 20 Januari 2023 - 14:06 WIB
loading...
Usulan Kenaikan Biaya...
Sebanyak 393 calon jemaah haji Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai masuk Asrama Haji Sudiang Kota Makassar, Kamis (16/6/2022). FOTO/SINDOnews/Muchtamir Zaide
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memahami usulan kenaikan biaya haji 2023 yang diajukan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Kamis (19/1/2023). Menag Yaqut mengusulkan biaya haji sebesar Rp69,1 juta per jamaah atau naik sekitar Rp30 juta dibandingkan tahun lalu.

Ketua PBNU Mohammad Mukri Wiryosumarto mengatakan, selama ini negara telah mengeluarkan dana cukup besar untuk memberikan subsidi biaya haji. Saat ini Indonesia sedang menghadapi resesi ekonomi dunia.

"Saya yakin Pak Menteri dan jajarannya itu tidak ada sedikit pun niat untuk menyusahkan rakyat atau calon-calon jamaah haji, tapi lebih karena subsidi negara terhadap setiap jamaah haji itu sangat besar. Maka satu di antaranya adalah apa yang dilakukan oleh Pak Menteri itu mengusulkan subsidi tapi tidak terlalu banyak," kata Mukri saat dihubungi MNC Portal, Jumat (20/1/2023).



Ia membandingkan biaya umrah dan haji. Perjalanan ibadah umrah selama kurang lebih 10 hari biayanya sekitar Rp25 juta-Rp30 juta per jamaah. Sedangkan biaya haji dengan durasi waktu selama sebulan lebih pada tahun lalu biayanya hanya Rp39 juta per jamaah.

Karena itu, Menteri Agama perlu mengajukan kenaikan biaya haji 2023. Sebab biaya haji tak boleh sepenuhnya dibebankan kepada negara, tetapi juga dibebankan kepada jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci. "Usulan ini adalah memang sudah sangat mendesak untuk dinaikkan, jadi monggo aja DPR seperti apa mau naik berapa. Tapi ini negara masih menyubsidi kurang lebih Rp29 juta per jamaah," katanya.

Angka yang disebutkan Menteri Agam baru sebatas usulan sehingga masih dapat berubah. Jika nanti ada kenaikan biaya haji, maka pemerintah sudah mempunyai solusi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
Rekomendasi
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
Mau Berkunjung ke Dufan...
Mau Berkunjung ke Dufan Ancol? Ini Rekomendasi Wahana Ekstrem sampai Ramah Anak
Berita Terkini
Polri Gandeng FBI Cek...
Polri Gandeng FBI Cek Dolar yang Disita dari Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
Kejagung Tegaskan Febrie...
Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tidak ke Luar Negeri
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved