FKUB Berperan Penting Jaga Stabilitas Sosial Politik Jelang Pemilu 2024
Selasa, 10 Januari 2023 - 16:01 WIB
Melalui Direktorat Ekososbud, kata Bachtiar, pihaknya berkomitmen terus menjalankan tugas-tugas negara dalam menyelenggarakan urusan di bidang politik dan pemerintahaan umum. Bentuk komitmen itu salah satunya mendukung agenda nasional yakni menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang tahapannya telah berjalan.
Saat ini sedang berlangsung tahapan rekrutmen calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai representasi daerah provinsi yang diatur dalam konstitusi maupun undang-undang pelaksanaan dan penyelenggara Pemilu 2024. Menurut Bachtiar, potensi kerawanan pemilu harus dilihat sebagai tantangan yang harus diatasi bersama.
Sebab, masalah-masalah kepemiluan bukan hanya soal elektoral tetapi justru banyak di luar jangkauan penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Bachtiar memaparkan tantangan terbesar hari ini adalah era baru yang disebut teknologi digital.
Handphone, laptop, dan alat-alat digital lain dikelola dengan teknologi yang disebut algoritma. Algoritma mendikte manusia untuk menerima sebuah informasi. Setiap kali membuka media sosial, informasi positif maupun informasi negatif disajikan. Kondisi ini sangat rentan terjadinya gesekan bahkan perpecahan akibat informasi yang acap kali tidak berdasar ataupun hoaks.
"Ini menjadi tantangan di Kepemiluan, semua orang berlomba-lomba mencari perhatian melalui media sosial. Seringkali soal-soal kerukunan, sosial, dan keagamaan di seluruh dunia itu diganggu atau terganggu oleh faktor karena diawali dari teknologi," katanya.
Saat ini sedang berlangsung tahapan rekrutmen calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai representasi daerah provinsi yang diatur dalam konstitusi maupun undang-undang pelaksanaan dan penyelenggara Pemilu 2024. Menurut Bachtiar, potensi kerawanan pemilu harus dilihat sebagai tantangan yang harus diatasi bersama.
Sebab, masalah-masalah kepemiluan bukan hanya soal elektoral tetapi justru banyak di luar jangkauan penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Bachtiar memaparkan tantangan terbesar hari ini adalah era baru yang disebut teknologi digital.
Handphone, laptop, dan alat-alat digital lain dikelola dengan teknologi yang disebut algoritma. Algoritma mendikte manusia untuk menerima sebuah informasi. Setiap kali membuka media sosial, informasi positif maupun informasi negatif disajikan. Kondisi ini sangat rentan terjadinya gesekan bahkan perpecahan akibat informasi yang acap kali tidak berdasar ataupun hoaks.
"Ini menjadi tantangan di Kepemiluan, semua orang berlomba-lomba mencari perhatian melalui media sosial. Seringkali soal-soal kerukunan, sosial, dan keagamaan di seluruh dunia itu diganggu atau terganggu oleh faktor karena diawali dari teknologi," katanya.
Lihat Juga :