Pandemi Covid-19 Picu Kebangkitan Riset dan Inovasi Dalam Negeri
Senin, 13 Juli 2020 - 07:02 WIB
Dia mencontohkan, satu di antara output yang sudah diluncurkan ialah rapid test RI-GHA Covid-19 atau Rapid Diagnostic Test IgG/IgM hasil yang dikembangkan oleh Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) bersama Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Mataram, dan PT Hepatika Mataram.
“Alat rapid test ini menjadi simbol kegiatan riset terkait Covid-19 dalam waktu singkat bisa dilakukan kalau kita mau kolaborasi dan sinergi,” katanya.
Bambang berharap pandemi korona sebagai momentum untuk Konsorsium Riset Covid-19 guna membuat riset dan inovasi Indonesia naik kelas. Dengan begitu, yang tadinya riset dan inovasi karya anak bangsa tidak dilirik kini bisa diperhatikan karena telah berhasil membuat sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat.
”Dan menjadi kebanggaan kita semua sebagai bangsa karena ketika putra-putri bangsa berhasil menghasilkan sesuatu di situ masyarakat sadar pentingnya riset dan inovasi. Terpenting Indonesia memiliki peneliti yang andal dan berdedikasi untuk hasilkan sesuatu bagi bangsa dan negara,” katanya.
Untuk pendanaan tahap dua, Bambang berharap ada riset terkait alat kesehatan. Dia memuji bahwa tahap pertama sudah dibuat ventilator yang sangat membantu sekali dalam penanganan pasien yang kesulitan bernafas. Selain itu, juga sudah ada test kit baik berbentuk PCR dan rapid test.
Namun, untuk selanjutnya dia berharap ada riset untuk alat yang masih impor seperti bahan untuk antigen yang masih impor. Berikutnya Reagen yang dibutuhkan untuk tes PCR yang juga masih impor sehingga menghambat untuk melakukan tes secara masif.
Plt Sekretaris Utama Kemenristek/BRIN Mego Pinandito menyatakan, proposal penerima dana penelitian tahap kedua yang lolos merupakan proposal-proposal unggul yang diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. (Baca juga: Ahli Virus China Melarikan Diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona)
“Alat rapid test ini menjadi simbol kegiatan riset terkait Covid-19 dalam waktu singkat bisa dilakukan kalau kita mau kolaborasi dan sinergi,” katanya.
Bambang berharap pandemi korona sebagai momentum untuk Konsorsium Riset Covid-19 guna membuat riset dan inovasi Indonesia naik kelas. Dengan begitu, yang tadinya riset dan inovasi karya anak bangsa tidak dilirik kini bisa diperhatikan karena telah berhasil membuat sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat.
”Dan menjadi kebanggaan kita semua sebagai bangsa karena ketika putra-putri bangsa berhasil menghasilkan sesuatu di situ masyarakat sadar pentingnya riset dan inovasi. Terpenting Indonesia memiliki peneliti yang andal dan berdedikasi untuk hasilkan sesuatu bagi bangsa dan negara,” katanya.
Untuk pendanaan tahap dua, Bambang berharap ada riset terkait alat kesehatan. Dia memuji bahwa tahap pertama sudah dibuat ventilator yang sangat membantu sekali dalam penanganan pasien yang kesulitan bernafas. Selain itu, juga sudah ada test kit baik berbentuk PCR dan rapid test.
Namun, untuk selanjutnya dia berharap ada riset untuk alat yang masih impor seperti bahan untuk antigen yang masih impor. Berikutnya Reagen yang dibutuhkan untuk tes PCR yang juga masih impor sehingga menghambat untuk melakukan tes secara masif.
Plt Sekretaris Utama Kemenristek/BRIN Mego Pinandito menyatakan, proposal penerima dana penelitian tahap kedua yang lolos merupakan proposal-proposal unggul yang diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. (Baca juga: Ahli Virus China Melarikan Diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona)
Lihat Juga :