Pendapat Ketum PBNU soal Sistem Proporsional Tertutup di Pemilu 2024
Rabu, 04 Januari 2023 - 13:28 WIB
Ketum PBNU Kh Yahya Cholil Staquf mengatakan PBNU belum menentukan sikap terkait wacana sistem pemilihan proporsional tertutup di Pilpres 2024. Foto: MPI/Widya MIchella
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyebut sistem proporsional tertutup yang diwacanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengurangi hak pemilih pada Pemilu 2024. Namun demikian, PBNU secara kelembagaan belum menentukan sikap.
"Kalau Proposional tertutup mengurangi hak pemilih. Itu pendapat pribadi saya," kata Gus Yahya, panggilan akrabnya, di kantor PBNU Jakarta, Rabu (4/1/2023).
Walau pun begitu, Gus Yahya menyatakan secara kelembagaan PBNU belum puna pandangan resmi. "Secara institusional tidak ada sikap, PBNU belum ada sikap karena belum ada rapat," kata dia.
Baca juga: Usulkan Pemilu 2024 Sistem Proporsional Tertutup, Muhammadiyah: Hindari Politik Uang
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini menegaskan bahwa pernyataan itu berdasarkan pandangan pribadi dirinya.
"Tapi secara saya pribadi saya mengganggap proporsional tertutup. Itu secara teoritis mengurangi hak langsung dari pemilih," ujarnya.
"Kalau Proposional tertutup mengurangi hak pemilih. Itu pendapat pribadi saya," kata Gus Yahya, panggilan akrabnya, di kantor PBNU Jakarta, Rabu (4/1/2023).
Walau pun begitu, Gus Yahya menyatakan secara kelembagaan PBNU belum puna pandangan resmi. "Secara institusional tidak ada sikap, PBNU belum ada sikap karena belum ada rapat," kata dia.
Baca juga: Usulkan Pemilu 2024 Sistem Proporsional Tertutup, Muhammadiyah: Hindari Politik Uang
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini menegaskan bahwa pernyataan itu berdasarkan pandangan pribadi dirinya.
"Tapi secara saya pribadi saya mengganggap proporsional tertutup. Itu secara teoritis mengurangi hak langsung dari pemilih," ujarnya.
Lihat Juga :