Anies Baswedan Kenang Persahabatan Ridwan Saidi dengan Kakeknya
Minggu, 25 Desember 2022 - 14:58 WIB
Bahkan, sambung Anies, ketika kakeknya meninggal dunia tahun 1986, Ridwan Saidi menuliskan orbituari dalam sebuah artikel di majalah. “Ketika kakek meninggal di 1986, Babeh Ridwan menuliskan obituari dalam sebuah artikel: Kesaksian Terhadap A.R. Baswedan di majalah Panji Masyarakat No 499, edisi 19 Maret 1986,” kenangnya.
Baca juga: Ahmad Muzani Sebut Ridwan Saidi Ensiklopedia Setiap Episode Sejarah
Bahkan, Anies mengaku sempat memberikan topi gubernur pada Ridwan pada ulang tahunnya yang ke-76 pada 2018 lalu, dan topi itu sering dikenakannya saat jalan ke lapangan. Namun, kini sejarawan, budayawan dan juga aktivis itu telah berpulang.
“Pagi ini beliau berpulang. Babeh Ridwan Saidi, seorang aktivis, sejarawan dan budayawan Betawi yang kita banggakan. Pada miladnya yang ke-76 di TIM (2018), saya berikan topi gubernur yang ternyata almarhum sering pakai saat jalan ke lapangan,” ungkapnya. Karenanya, Anies mengaku kehilangan seorang putra Betawi yang selama ini mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian budaya Betawi. Ia pun mendoakan agar semua amal ibadahnya diterima Allah SWT.
“Kita di Jakarta merasa kehilangan salah seorang putra Betawi yang selama ini menghibahkan waktunya, energinya, hidupnya untuk pelestarian budaya Betawi. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah, serta mengampuni semua khilaf beliau. Al-Fatihah...,” tutupnya.
Baca juga: Ahmad Muzani Sebut Ridwan Saidi Ensiklopedia Setiap Episode Sejarah
Bahkan, Anies mengaku sempat memberikan topi gubernur pada Ridwan pada ulang tahunnya yang ke-76 pada 2018 lalu, dan topi itu sering dikenakannya saat jalan ke lapangan. Namun, kini sejarawan, budayawan dan juga aktivis itu telah berpulang.
“Pagi ini beliau berpulang. Babeh Ridwan Saidi, seorang aktivis, sejarawan dan budayawan Betawi yang kita banggakan. Pada miladnya yang ke-76 di TIM (2018), saya berikan topi gubernur yang ternyata almarhum sering pakai saat jalan ke lapangan,” ungkapnya. Karenanya, Anies mengaku kehilangan seorang putra Betawi yang selama ini mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian budaya Betawi. Ia pun mendoakan agar semua amal ibadahnya diterima Allah SWT.
“Kita di Jakarta merasa kehilangan salah seorang putra Betawi yang selama ini menghibahkan waktunya, energinya, hidupnya untuk pelestarian budaya Betawi. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah, serta mengampuni semua khilaf beliau. Al-Fatihah...,” tutupnya.
(cip)
Lihat Juga :