PKB Sebut Impor Beras Merugikan Petani
Selasa, 20 Desember 2022 - 11:09 WIB
Masalah lainnya yang menjadi perhatian PKB adalah adanya perbedaan data yang dimiliki oleh Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Pertanian. Kementan menyatakan stok beras aman menurut data BPS. Namun data di Bapanas dan Bulog menunjukkan hal sebaliknya.
"Data-data ini harus disamakan, jangan sampai akhirnya data yang berbeda-beda ini justru merugikan para petani lokal," tutupnya.
Untuk diketahui, saat rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (15/11/2022), Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan, akan ada stok beras nasional sebanyak 8,906 juta ton pada akhir 2022. Data perhitungan neraca beras tersebut mengacu pada survei BPS, yaitu survei KSA terkait taksiran produksi dan survei cadangan beras nasional.
"Survei BPS, di bulan April ada cadangan beras nasional 10 juta ton. Tersebar ada di penggilingan, di masyarakat. Saat itu di Bulog 0,9 juta ton," kata Suwandi.
Namun data yang dimiliki Bapanas dan Bulog sendiri menyatakan sebaliknya. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, impor beras dilakukan untuk mengisi stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog. Pasalnya, saat awal wacana impor dilontarkan pada 16 November 2022, stok beras di Bulog hanya 651.000 ton (per 13 November 2022).
"Data-data ini harus disamakan, jangan sampai akhirnya data yang berbeda-beda ini justru merugikan para petani lokal," tutupnya.
Untuk diketahui, saat rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (15/11/2022), Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan, akan ada stok beras nasional sebanyak 8,906 juta ton pada akhir 2022. Data perhitungan neraca beras tersebut mengacu pada survei BPS, yaitu survei KSA terkait taksiran produksi dan survei cadangan beras nasional.
"Survei BPS, di bulan April ada cadangan beras nasional 10 juta ton. Tersebar ada di penggilingan, di masyarakat. Saat itu di Bulog 0,9 juta ton," kata Suwandi.
Namun data yang dimiliki Bapanas dan Bulog sendiri menyatakan sebaliknya. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, impor beras dilakukan untuk mengisi stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog. Pasalnya, saat awal wacana impor dilontarkan pada 16 November 2022, stok beras di Bulog hanya 651.000 ton (per 13 November 2022).
Lihat Juga :