Kecam Bom Bunuh Diri, Gema Keadilan Ajak Pemuda Wujudkan Islam Rahmatan Lil'alamin
Rabu, 07 Desember 2022 - 19:46 WIB
Pimpinan Organisasi Sayap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Kepemudaan ini menilai, pelaku memahami agama secara parsial sehingga terjebak ke dalam ekstremisme pemikiran yang mendorong lahirnya ekstremisme tindakan yang termasuk kategori kriminal.
Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung Eks Narapidana Terorisme
“Pemahaman parsial terhadap agama bisa menyebabkan dua kutub ekstremisme, yaitu ekstremisme keras dan ekstremisme lembek. Ekstremisme keras mewujud dalam perilaku kekerasan dan kriminal seperti membunuh, melakukan pengeboman dan lain-lain; sementara ekstremisme lembek mewujud dalam perilaku serba boleh dan kehilangan kepedulian dalam masalah agama,” katanya.
Untuk itu, ilmuwan psikologi ini mengajak kepada masyarakat, khususnya para pemuda agar belajar memahami agama secara komprehensif agar tidak terjebak ke dalam ekstremisme. “Agar tidak terjebak ekstremisme, maka kita perlu belajar memahami agama secara komprehensif sehingga mewujud dalam perilaku yang mencerminkan rahmatan lil ‘alamin.”
Indra menegaskan, Gema Keadilan siap mencegah ekstremisme dan terorisme dengan mengajak semua pihak, terutama para pemuda untuk bersama-sama belajar memahami agama secara komprehensif dan mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung Eks Narapidana Terorisme
“Pemahaman parsial terhadap agama bisa menyebabkan dua kutub ekstremisme, yaitu ekstremisme keras dan ekstremisme lembek. Ekstremisme keras mewujud dalam perilaku kekerasan dan kriminal seperti membunuh, melakukan pengeboman dan lain-lain; sementara ekstremisme lembek mewujud dalam perilaku serba boleh dan kehilangan kepedulian dalam masalah agama,” katanya.
Untuk itu, ilmuwan psikologi ini mengajak kepada masyarakat, khususnya para pemuda agar belajar memahami agama secara komprehensif agar tidak terjebak ke dalam ekstremisme. “Agar tidak terjebak ekstremisme, maka kita perlu belajar memahami agama secara komprehensif sehingga mewujud dalam perilaku yang mencerminkan rahmatan lil ‘alamin.”
Indra menegaskan, Gema Keadilan siap mencegah ekstremisme dan terorisme dengan mengajak semua pihak, terutama para pemuda untuk bersama-sama belajar memahami agama secara komprehensif dan mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
(cip)
Lihat Juga :