Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, PVMBG Sebut Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter
Minggu, 04 Desember 2022 - 08:53 WIB
PVMBG melaporkan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu (4/12/2022) sekitar pukul 02.46 WIB. Foto/PVMBG
LUMAJANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu (4/12/2022) sekitar pukul 02.46 WIB. Kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak mengarah ke tenggara dan selatan.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu 4 Desember 2022, pukul 02.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 5.176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik," tulis Mukdas Sofian dalam keterangan resmi website PVMBG, Minggu (4/12/2022). Baca juga: Satelit Deteksi Lava Pijar Letusan Mauna Loa, Gunung Berapi Terbesar di Dunia
PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer sisi Tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," jelasnya.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu 4 Desember 2022, pukul 02.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 5.176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik," tulis Mukdas Sofian dalam keterangan resmi website PVMBG, Minggu (4/12/2022). Baca juga: Satelit Deteksi Lava Pijar Letusan Mauna Loa, Gunung Berapi Terbesar di Dunia
PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer sisi Tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," jelasnya.
Lihat Juga :