Bansos Tak Tepat Sasaran, Dewan Jateng Minta Data Kemiskinan Diperbaiki  

Kamis, 01 Desember 2022 - 10:39 WIB
Sukirman menambahkan, saat ini pemerintah telah memproses penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai patokan dalam penyaluran Bansos. Hanya saja, dilapangan masih terjadi data yang kuang pas dan perlu diperbaiki, karena sering kali tidak update. Dia mencontohkan, misalnya turun kelapangan pihaknya menemukan penerima bantuan yang rumahnya bagus, punya kendaraan bagus dan sebagainya.

“Dalam hal ini tim inspektorat harus turun ke lapangan melakukan pengawasan. Soal update kondisi, misalnya tahun kemarin masuk data, dan kondisinya memang berhak dapat, tapi alhamdulillah tahun ini kondisi perekonomiannya sudah membaik, kan bisa diganti dengan yang lain,” tukasnya.

Dalam penyusunan data Bansos, pihaknya menyadari bahwa kepala desa seringkali kerepotan. Disatu sisi, masyarakat berharapnya bisa dapat semua, namun disatu sisi jumlah penerimanya terbatas.

Tahun 2023 mendatang, Pemprov dan DPRD telah menyiapkan anggaran sebesar Rp437 miliar untuk bantuan sosial. Baik yang berupa rumah tidak layak huni, jamban , sanitasi, beasiswa anak2 tidak mampu dan sebagainya. “Mari kita kawal bersama supaya bantuan ini bisa tepat sasaran,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kesalahan penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp6,9 triliun. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2021 menyebut kesalahan penyaluran bansos terjadi pada bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial tunai (BST). (adv – anf)
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!