Unik! 3 Jenderal Lulusan Terbaik 1981 Kompak Jabat KSAD, KSAL, dan KSAU

Kamis, 01 Desember 2022 - 06:31 WIB
Pengangkatan Moeldoko inilah yang menuliskan cerita unik tersendiri dalam sejarah militer Indonesia. Untuk kali pertama KSAD, KSAL, dan KSAU merupakan peraih lencana Adhi Makayasa (lulusan terbaik) dari satu angkatan yakni 1981. Hingga kini, sejarah itu belum terulang.

Tiga kepala staf angkatan dari satu generasi sebenarnya terjadi lagi di era Presiden Joko Widodo. Saat ini KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sama-sama lulusan 1988.

Baca juga: Sulit Disamai! 2 Jenderal Lulusan Terbaik Akmil Ini Sukses Jadi Panglima TNI

Kendati demikian ada sedikit perbedaan. Selain karena tiga orang ini bukan peraih gelar Adhi Makayasa, Dudung dan Fadjar merupakan abituren (lulusan) 1988 B, sementara Yudo 1988 A. Apa bedanya?

Untuk diketahui, akademi militer (baik Akmil, AAL, maupun AAU) mengubah pola pendidikan pada 1988. Perubahan tersebut menyangkut lamanya pendidikan militer. Jika sebelumnya empat tahun, diubah menjadi tiga tahun.

Karena itu pada 1988 terdapat dua gelombang lulusan. Pertama, Taruna yang masuk pendidikan (werving) pada 1984 dan menjalani pendidikan empat tahun. Dikenal dengan istilah 1988/W 84. Adapun Taruna yang werving 1985 dan mengikuti pendidikan 3 tahun dikenal dengan 1988/W 85.

Generasi Adhi Makayasa

Adhi Makayasa--ari Bahasa Sansekerta--merupakan penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan kepolisian. Menurut laman situs resmi Akademi Militer, penerima penghargaan ini yaitu mereka yang secara seimbang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tiga aspek yaitu akademis, jasmani, dan kepribadian (mental) selama menempuh pendidikan dari tingkat awal hingga akhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!