Laksda Suprianto Irawan, Pentolan Kopaska Berjuluk Macan Laut Akhiri Pengabdian di TNI AL
Kamis, 24 November 2022 - 21:18 WIB
Mantan Sestama Bakamla Laksamana Muda (Laksda) TNI Suprianto Irawan, perwira tinggi TNI AL dengan segudang prestasi memasuki masa purna tugas. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Jangan pernah lelah mencintai negeri ini. Itulah kalimat yang paling sering terucap dari Laksamana Muda (Laksda) TNI Suprianto Irawan , perwira tinggi TNI AL dengan segudang prestasi yang kini telah memasuki masa purna tugas.
Julukan frogman, elang, dan macan laut sering disematkan terhadapnya. Bukan tanpa alasan julukan itu diterimanya. Sebab, Irawan berhasil memberantas berbagai sindikat kejahatan besar pengancam kedaulatan Republik Indonesia. Baca juga: Profil Laksda TNI Suprianto Irawan, Dimutasi dari Sestama Bakamla ke Pati Mabes TNI AL
Lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1988 ini berhasil mencapai pangkat bintang dua melalui rekam jejak kesuksesan operasi dan prestasi kepemimpinan. Dia dikenal ahli dalam bidang intelijen dan pengamanan laut, tangan dinginnya terbukti sukses mengarsiteki penguatan Armada 1 Republik Indonesia, khususnya Selat Malaka sebagai salah satu perairan paling rawan di dunia.
Kariernya bermula sebagai komandan satuan elite TNI AL yaitu Detasemen Antisabotase Kopaska Armada Barat, kemudian komandan KRI Layang, Komandan Satuan Kopaska Armada Barat, Komandan Lanal Banten, Asisten Intelijen Danguspurlatim, Asintel Pangkolinlamil, dan Asintel Pangarmabar.
Julukan frogman, elang, dan macan laut sering disematkan terhadapnya. Bukan tanpa alasan julukan itu diterimanya. Sebab, Irawan berhasil memberantas berbagai sindikat kejahatan besar pengancam kedaulatan Republik Indonesia. Baca juga: Profil Laksda TNI Suprianto Irawan, Dimutasi dari Sestama Bakamla ke Pati Mabes TNI AL
Lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1988 ini berhasil mencapai pangkat bintang dua melalui rekam jejak kesuksesan operasi dan prestasi kepemimpinan. Dia dikenal ahli dalam bidang intelijen dan pengamanan laut, tangan dinginnya terbukti sukses mengarsiteki penguatan Armada 1 Republik Indonesia, khususnya Selat Malaka sebagai salah satu perairan paling rawan di dunia.
Kariernya bermula sebagai komandan satuan elite TNI AL yaitu Detasemen Antisabotase Kopaska Armada Barat, kemudian komandan KRI Layang, Komandan Satuan Kopaska Armada Barat, Komandan Lanal Banten, Asisten Intelijen Danguspurlatim, Asintel Pangkolinlamil, dan Asintel Pangarmabar.
Lihat Juga :