Kisah Jenderal TNI Berpakaian Mirip Presiden Soeharto untuk Kecoh Sniper
Jum'at, 11 November 2022 - 17:08 WIB
Jarak waktu Zagreb ke Bosnia sekitar 1,5 jam perjalanan. Di tengah perjalanan, terdengar instruksi semua penumpang wajib memakai helm dan rompi pengamanan.
"Ini tempat duduk, di bawahnya sudah dikasih antipeluru belum?" tanya Soeharto.
Baca juga: Murka Dituduh Berpolitik, Jenderal Top AD Ini Berani Gebrak Meja Pak Harto
"Sudah Pak. Kami tutup semua dengan bulletproof, untuk mengantisipasi tembakan dari bawah," jawab Sjafrie.
"Sampingnya?" tanya Soeharto lagi.
"Juga sudah, Pak," kata Sjafrie sambil memegang rompi dan helm pengamanan untuk Soeharto.
"Helmnya nanti masukkan ke Taman Mini, ya! Nanti helmnya masukkan ke (Museum) Purna Bhakti," kata Soeharto.
"Eh, Sjafrie, itu rompi kamu cangking (tenteng) saja. Kamu cangking saja," kata Soeharto yang menandakan ia enggan memakai rompi antipeluru seberat 12 kilogram yang mampu menahan tembakan M-16.
Soeharto hanya mengenakan jas dan kopiah dalam lawatan ke negeri perang Bosnia Herzegovina. Padahal dari pengamatan Sjafrie dari balik jendela pesawat menjelang turun di Sarajevo, ia melihat senjata 12,7 mm yang biasa digunakan untuk menembak jatuh pesawat, berputar-putar mengikuti pesawat yang ditumpangi Pak Harto.
"Ini tempat duduk, di bawahnya sudah dikasih antipeluru belum?" tanya Soeharto.
Baca juga: Murka Dituduh Berpolitik, Jenderal Top AD Ini Berani Gebrak Meja Pak Harto
"Sudah Pak. Kami tutup semua dengan bulletproof, untuk mengantisipasi tembakan dari bawah," jawab Sjafrie.
"Sampingnya?" tanya Soeharto lagi.
"Juga sudah, Pak," kata Sjafrie sambil memegang rompi dan helm pengamanan untuk Soeharto.
"Helmnya nanti masukkan ke Taman Mini, ya! Nanti helmnya masukkan ke (Museum) Purna Bhakti," kata Soeharto.
"Eh, Sjafrie, itu rompi kamu cangking (tenteng) saja. Kamu cangking saja," kata Soeharto yang menandakan ia enggan memakai rompi antipeluru seberat 12 kilogram yang mampu menahan tembakan M-16.
Soeharto hanya mengenakan jas dan kopiah dalam lawatan ke negeri perang Bosnia Herzegovina. Padahal dari pengamatan Sjafrie dari balik jendela pesawat menjelang turun di Sarajevo, ia melihat senjata 12,7 mm yang biasa digunakan untuk menembak jatuh pesawat, berputar-putar mengikuti pesawat yang ditumpangi Pak Harto.
Lihat Juga :