Kemenag: Tokoh Agama Miliki Peran Penting Wujudkan Pembangunan Nasional

Selasa, 01 November 2022 - 16:06 WIB
Kamaruddin menyebut, ada jutaan rakyat, umat Islam di Indonesia yang mendapat bantuan dari dana zakat, wakaf, infak dan sedekah itu untuk membantu orang miskin. Bahkan mengubah mereka yang tadinya berhak menerima zakat menjadi wajib mengeluarkan zakat karena transformasi statusnya dari tidak mampu menjadi golongan mampu.

Baca juga: Ini 7 Prioritas Nasional yang Bakal Dikejar Pemerintah di Tahun Depan

"Pemerintah telah banyak sekali men-deliver program terkait dengan pencapaian SDGs yang di dalamnya, agama berperan sangat fundamental dalam mewujudkan SDGs, mulai dari gender hingga politik, di mana kontribusi agama sangat signifikan dalam upaya negara mengurangi angka kemiskinan," ujarnya.

Berbagai program pemerintah antara lain memanfaatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kesetaraan gender, penanganan pandemi Covid-19, penurunan stunting, pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan, di mana agama dan tokoh agama terbukti menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan SDGs di Indonesia.

“Juga tentang gender dan equality, ini membutuhkan penjelasan dari perspektif agama untuk bisa diterima oleh masyarakat, karena Indonesia adalah negara dengan bangsa yang sangat religius. Di sinilah peran sentral agama dan tokoh agama,” jelas Kamaruddin.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama saat ini memiliki 50.262 penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyuluh merupakan tokoh agama yang secara rutin menyampaikan bimbingan keagamaan dan kebangsaan kepada masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!