Cerita Ajudan soal Kata-kata Prabowo 'Hati-hati sama Mulut Saya'

Selasa, 07 Juli 2020 - 12:50 WIB
Pada saat itu ada dua helikopter yang disiapkan untuk mengangkut prajurit kopassus. Helikopter pertama berisi beberapa personil kopasus yang dua di antaranya adalah Kapten Teguh Arief dan Lettu Rudy adolf Parengkuan.

Helikopter kedua berisi Danjen Kopassus Brigjen Prabowo Subianto beserta pasukan pemukul kopassus.

Ketika dua helikopter tersebut sedang bersiap untuk lepas landas. Tiba-tiba Brigjen Prabowo Subianto memanggil dua personel yang ada di Helikopter. Pertama, Kapten Teguh Arief diperintahkan untuk tidak ikut pada heli tersebut dan diminta standby sebagai perwira lapangan, lalu Lettu Rudy Parengkuan diperintahkan utk ikut di helikopter kedua bersama Danjen Kopasus dan pasukan pemukul.

"Setelah dua helikopter lepas landas, beberapa saat kemudian helikopter pertama jatuh, seluruh penumpang dan pilot tewas,"

Bayangkan, kata dia, jika Brigjen Prabowo Subianto tidak memerintahkan Kapten Teguh Arif dan lettu Rudy untuk turun dari Helikopter maka mungkin saja mereka bisa menjadi korban. (Baca juga: Prabowo Salami WNI di Jepang, Terdengar Celetukan 'Ternyata Orangnya Baik' )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!