Pertanian Dinilai Jadi Kegiatan yang Tahan di Tengah Pandemi Corona
Senin, 06 Juli 2020 - 20:01 WIB
"Bu Muth, Pak Sana, Pak Taja, Pak Sodiq, Puji adalah warga Pamulang yang mulanya mulai bertani karena hobi. Pada saat pandemi, ternyata hasil pertanian ini mampu menjadi penghasilan baru di tengah sulitnya mencari pekerjaan," ucap Ria
Sebagian mereka bertani di lahan sendiri, dan sebagian bertani di lahan milik orang. "Ada yang pemilik lahan yang menggunakan sistem gratis, tapi ada pula yang bagi hasil," kata Pak Sana.
Karena lahan yang digunakan terbatas, maka pola pertanian yang diterapkan dilakukan dengan menanam tanaman pangan yang usia pendek, memiliki nilai ekonomis dan tahan terhadap cuaca. "Biasanya kami menanam sayuran atau singkong tela. Untuk sayuran, 25 hari bisa panen. Untuk singkong bisa 6 bulan," ucap Pak Sana.
Namun, ada persoalan yang dihadapi para petani lahan terbatas ini. Yaitu, persoalan penjualan dan pengadaan pupuk. "Kalau panen, kami sulit menjualnya. Terpaksa harus ke tengkulak. Selain itu, harganya juga tidak stabil," katanya.
Pengadaan pupuk juga menjadi persoalan karena untuk mendapatkannya, harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. "Kadangkala, antara pemesanan dan barangnya datang, waktunya lama sekali," ucap Pak Sana.
Selain mengunjungi petani lahan terbatas di Pamulang, Ria Dahlia yang juga menjadi salah satu bakal calon Walikota Tangerang Selatan ini berkunjung ke petani Aquaponic yang melakukan pengembangan pertanian dan perikanan di lahan terbatas.
Petani yang berhasil mengembangkan pola ini adalah Ahmad Khoiruddin. Dalam kunjungan ke pengembangan pertanian dan perikanan Aquaponic, Khoiruddin menjelaskan, bahwa konsep pertanian dan perikanan ini dikembangkan dalam satu lahan dan tanpa menggunakan bahan kimia.
Sebagian mereka bertani di lahan sendiri, dan sebagian bertani di lahan milik orang. "Ada yang pemilik lahan yang menggunakan sistem gratis, tapi ada pula yang bagi hasil," kata Pak Sana.
Karena lahan yang digunakan terbatas, maka pola pertanian yang diterapkan dilakukan dengan menanam tanaman pangan yang usia pendek, memiliki nilai ekonomis dan tahan terhadap cuaca. "Biasanya kami menanam sayuran atau singkong tela. Untuk sayuran, 25 hari bisa panen. Untuk singkong bisa 6 bulan," ucap Pak Sana.
Namun, ada persoalan yang dihadapi para petani lahan terbatas ini. Yaitu, persoalan penjualan dan pengadaan pupuk. "Kalau panen, kami sulit menjualnya. Terpaksa harus ke tengkulak. Selain itu, harganya juga tidak stabil," katanya.
Pengadaan pupuk juga menjadi persoalan karena untuk mendapatkannya, harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. "Kadangkala, antara pemesanan dan barangnya datang, waktunya lama sekali," ucap Pak Sana.
Selain mengunjungi petani lahan terbatas di Pamulang, Ria Dahlia yang juga menjadi salah satu bakal calon Walikota Tangerang Selatan ini berkunjung ke petani Aquaponic yang melakukan pengembangan pertanian dan perikanan di lahan terbatas.
Petani yang berhasil mengembangkan pola ini adalah Ahmad Khoiruddin. Dalam kunjungan ke pengembangan pertanian dan perikanan Aquaponic, Khoiruddin menjelaskan, bahwa konsep pertanian dan perikanan ini dikembangkan dalam satu lahan dan tanpa menggunakan bahan kimia.
Lihat Juga :