Kisah Ahmad Yani, Jenderal TNI Pemegang Samurai Legendaris Jepang

Selasa, 25 Oktober 2022 - 06:11 WIB
Dua tahun di AMS, Yani lalu mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer. Ia menempuh pendidikan militer di Malang, Jawa Timur selama enam bulan dan pertengahan tahun 1941 Sersan Cadangan Bagian Topografi Ahmad Yani ditugaskan di Bandung.

Baca juga: Anak Jenderal Ahmad Yani ke KSAD Dudung: Almarhum Begitu Cinta ke TNI AD

Tapi melihat potensi yang cukup besar, Yani pun dikirim ke Bogor, Jawa Barat untuk mengikuti pendidikan militer secara lebih intensif. Setelah kembali ke Bandung, Yani sempat menjadi guru bahasa sampai akhirnya Jepang masuk Indonesia.

Yani kemudian mengikuti pendidikan militer Heiho di Magelang, Jawa Tengah lalu bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA). Selama masa pendidikan keras empat bulan itulah, kemampuan dan jiwa Ahmad Yani memperoleh pengakuan. Kapten Yanagawa Moichiro sebagai pengawas pelatihan memberikan Ahmad Yani sebuah katana (pedang samurai Jepang) sebagai pengakuan atas kompetensinya.

“Beliau memang seorang prajurit, ahli strategi perang sejak masuk PETA (Pembela Tanah Air) di Bogor. Dia juga pandai main ‘Sendai’, olahraga Jepang dengan pedang samurai. Karena pandainya itu, dia bisa lulus dengan baik dan diberi pedang (gunto) yang paling panjang. Itu diakui Pak Sarwo Edhie (Wibowo),” ujar Amelia A Yani beberapa waktu lalu, dikutip dari Okezone, Selasa (25/10/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!