Podcast Aksi Nyata: Hadapi Bonus Demografi, Pemuda Perindo Sarankan Kemendikbudristek Membuat Kurikulum Khusus

Senin, 24 Oktober 2022 - 10:56 WIB
Namun, kata Iqnal, kita tidak bisa hanya berharap kepada pemerintah. Karena itu, perlu juga dukungan dari masyarakat. "Kita enggak bisa juga berharap banyak pemerintah harus campaign terus tanpa dukungan masyarakat," ujarnya.

Iqnal kembali menegaskan, yang terpenting adalah program dan kurikulum sekolah harus diubah, karena algoritma dan cara pandang hari ini sudah mulai berubah ke digitalisasi. Kalau pendidikan masih mengajarkan hal sama, bangsa Indonesia akan tertinggal.

"Kalau dari segi pendidikan juga tidak berubah ya yang rugi kita, adik-adik kita nih jadinya enggak terurus secara mental dan fisik gitu kan. Dia enggak tahu nih kalau seandainya main game terlalu lama apa dampaknya, seperti apa dampak fisiknya. Jadi seperti itulah yang PR-nya bagi kurikulum itu penting banget," jelasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!