Urgensi VAR untuk Sepak Bola Indonesia

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 09:03 WIB
Selain itu, sebanyak tiga wasit diberi hukuman pembinan selama delapan bulan karena keputusannya di laga Persib Bandung kontra RANS yang digelar pada 4 September 2022 silam. Wasit utama David Son Sansube dihukum pembinaan delapan pekan karena tidak memberikan penalti kepada Persib usai terjadi pelanggaran di kotak penalti.

Dalam pertandingan sepak bola, peran wasit sangat vital, dengan tugas utgama mengatur jalannya permainan dan menjaga agar pertandingan bebas kecurangan antar masing-masing tim. Sebagai alat penegakan hukum pertandingan, mereka diberi kekuasaan untuk menjatuh hukuman, termasuk di dalamnya dibekali kartu merah dan kuning.

Bila wasit mampu menjalankan perannya dengan baik, harapan pertandingan berjalanfair playtentu bisa diwujudkan. Namun, Dari berbagai fakta yang ada, persoalan wasit muncul karena masalah profesionalitas. Faktor lain yang sayup-sayup terdengar adalah karena rendahnya integritas, sehingga mereka rawan disuap untuk berbagai kepentingan. Namun apapun penyebabnya, realitasnya wasit di Tanah Air masih menjadi bagian dari persoalan.

Idealnya, wasit di Indonesia harus menjalani pendidikan, hingga memiliki standar profesionalitas FIFA. Tapi tampaknya, perhatian federasi terhadap peningkatan kapasitas pengadil lapangan ini belum begitu terlihat. Karena itulah, melengkapi fasilitas stadion dengan VAR seperti diusulkan Gianni Infantino bisa menjadi solusi. Sepak bola Eropa yang sudah berperadaban tinggi masih membutuhkan VAR, sedangkan sepak bola Indonesia yang masih acak adul tentu jauh lebih membutuhkan!
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!