KIB Disiapkan Usung Ganjar di Pilpres 2024, Ini Untung dan Ruginya
Kamis, 20 Oktober 2022 - 10:10 WIB
Apalagi, Dosen Universitas Paramadina itu juga menyampaikan keuntungan dan tantangan KIB jika mengusung duet tersebut di 2024. Menurutnya, Ganjar dan Airlangga dikenal sebagai sosok yang kurang merepresentasikan politik Islam, keduanya pun lebih dekat dengan politik nasionalis. “Kedua, Ganjar-Airlangga cukup kuat di sisi garis ideologi nasionalis,” terang Umam.
Di sisi lain, Umam menambahkan, di KIB terdapat dua partai bercorak Islam yakni PAN dan PPP. Sehingga, kedua partai tersebut akan menhadapi dilema ketika KIB memutuskan untuk mengusung Ganjar-Airlangga mengingat keputusan itu akan mempengaruhi elektoral PAN dan PPP di Pemilu Legislatif (Pileg).
“Dalam konteks ini, benarkah PPP dan PAN bisa bisa menerima komposisi tersebut? Mengingat dukungan mereka terhadap komposisi capres yang lebih berat garis ideologis nasionalis berpeluang mempengaruhi sikap basis pemilih loyal mereka yang bercorak politik Islam,” paparnya.
Oleh karena itu, Umam menilai, wacana duet Ganjar-Airlangga berpotensi membuat dukungan elektoral PAN dan PPP akan melemah. Hal itu sebagai dampak dari KIB yang condong pada garis politik nasionalis.
“Jika PPP dan PAN mau mendukung, artinya mereka siap dengan segala konsekuensi, termasuk potensi split ticket voting yang pada akhirnya berdampak pada melemahnya basis pemilih loyal masing-masing partai politik Islam,” pungkas Umam.
Di sisi lain, Umam menambahkan, di KIB terdapat dua partai bercorak Islam yakni PAN dan PPP. Sehingga, kedua partai tersebut akan menhadapi dilema ketika KIB memutuskan untuk mengusung Ganjar-Airlangga mengingat keputusan itu akan mempengaruhi elektoral PAN dan PPP di Pemilu Legislatif (Pileg).
“Dalam konteks ini, benarkah PPP dan PAN bisa bisa menerima komposisi tersebut? Mengingat dukungan mereka terhadap komposisi capres yang lebih berat garis ideologis nasionalis berpeluang mempengaruhi sikap basis pemilih loyal mereka yang bercorak politik Islam,” paparnya.
Oleh karena itu, Umam menilai, wacana duet Ganjar-Airlangga berpotensi membuat dukungan elektoral PAN dan PPP akan melemah. Hal itu sebagai dampak dari KIB yang condong pada garis politik nasionalis.
“Jika PPP dan PAN mau mendukung, artinya mereka siap dengan segala konsekuensi, termasuk potensi split ticket voting yang pada akhirnya berdampak pada melemahnya basis pemilih loyal masing-masing partai politik Islam,” pungkas Umam.
(muh)
Lihat Juga :