Isu Reshuffle Kabinet Dinilai Bentuk Tekanan Politik dari Oligarki
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 11:59 WIB
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Wacana pergantian menteri atau reshuffle kabinet dinilai sebagai salah satu bentuk tekanan politik oligarki terhadap sistem demokrasi. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
"Tekanan, intimidasi, paksaan dalam bentuk apapun kepada parpol yang mengambil jalan mengusung capres berbeda dari harapan teman-teman parpol pemerintah lainnya, menunjukkan ada kecenderungan upaya konsolidasi kekuasaan oleh oligarki, agar tidak boleh ada sosok lain di luar kelompok mereka untuk tampil ke permukaan dan berlaga di kontestasi 2024," kata Herzaky Mahendra Putra, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Momentum Reshuffle Kabinet Jokowi
Herzaky berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya mengedepankan sikap negarawan dan tidak melakukan intimidasi terhadap partai politik yang mengusung calon pemimpin harapan rakyat.
"Tekanan, intimidasi, paksaan dalam bentuk apapun kepada parpol yang mengambil jalan mengusung capres berbeda dari harapan teman-teman parpol pemerintah lainnya, menunjukkan ada kecenderungan upaya konsolidasi kekuasaan oleh oligarki, agar tidak boleh ada sosok lain di luar kelompok mereka untuk tampil ke permukaan dan berlaga di kontestasi 2024," kata Herzaky Mahendra Putra, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Momentum Reshuffle Kabinet Jokowi
Herzaky berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya mengedepankan sikap negarawan dan tidak melakukan intimidasi terhadap partai politik yang mengusung calon pemimpin harapan rakyat.
Lihat Juga :