BNPB Sebut Cuaca Ekstrem Mendominasi Bencana dalam 5 Tahun Terakhir

Senin, 10 Oktober 2022 - 15:31 WIB
"Artinya, apa yang disampaikan oleh Ibu Kepala BMKG, dari PVMBG ini terbukti. Meskipun dari Januari sampai Oktober ini cuaca ekstremnya belum seperti minggu-minggu terakhir ini, ternyata juga yang mendominasi terjadinya bencana alam tidak jauh dari banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor," ungkap Suharyanto.

Dia mengatakan, dari 2.718 kejadian bencana ada 160 meninggal dunia, 3.193.001 orang menderita mengungsi. "Bahkan kita lihat bersama beberapa hari yang lalu juga masih ada bencana-bencana yang menimbulkan korban jiwa manusia," tuturnya.

"Kemudian, minggu terakhir ini di bulan kesatu Oktober di minggu ke satu, ini baru tanggal 10, ini kita ketahui bersama sudah banyak terjadi banjir dimana-mana ya. Ini ada 66 kejadian banjirnya 35 kali dalam kurun waktu 10 hari, kemudian tanah longsor nya 16 kali, cuaca ekstrem sudah ada 151.156 orang yang terdampak. Sudah ada yang meninggal 9, hilang 1," paparnya.

Oleh karena itu Suharyanto meminta, agar semua pihak waspada terhadap potensi kejadian bencana akibat cuaca ekstrem. Mengingat, puncak musim hujan seperti yang dilaporkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi pada November, Desember, dan Januari.

"Padahal tadi, Ibu Dwikorita (Kepala BMKG) mengatakan bahwa puncak hujan ini baru di November, Desember, dan Januari. Artinya walaupun sekarang belum puncak hujan, korbannya sudah cukup banyak baik yang meninggal maupun yang terdampak,” tutup Suharyanto.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!