Partai Pemerintah Dituding Bungkam SBY dan AHY, Waketum PAN: Itu Hil yang Mustahal
Minggu, 25 September 2022 - 17:12 WIB
"Partai koalisi pemerintah itu taat Konstitusi dan mengerti serta melaksanakan peraturan perundangan-undangan. Tidak mungkin sewenang-wenang, otoriter, menggunakan pendekatan kekuasaan, atau menyumpal suara demokrasi," ucapnya.
Yoga menjelaskan, hal tersebut sebagaimana yang diamanatkan Konstitusi bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dijamin di Pasal 28 UUD 1945.
"Jadi jika ada partai koalisi pemerintah yang diisukan atau dituduh melarang kader partai di luar pemerintah untuk berbicara atau mengkritik, maka kata Asmuni Srimulat, itu suatu hil yang mustahal, alias hal yang mustahil, he.. he.. he..," kelakarnya.
Karena itu, Yoga menyarankan kepada partai politik di luar pemerintah tidak perlu memperpanjang narasi sentimentil atau merasa seakan-akan dizalimi, disakiti, diintimidasi, ditekan, diancam, atau diteror. Sebab hal itu hanya segelintir drama skenario untuk meningkatkan elektoral partai politik atau figur.
"Saat ini masyarakat sudah semakin cerdas dan memiliki kesadaran politik dalam menilai proses politik. Setiap narasi atau drama-drama politik akan disaring dulu oleh masyarakat, tidak ditelan mentah-mentah," katanya.
Yoga menjelaskan, hal tersebut sebagaimana yang diamanatkan Konstitusi bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dijamin di Pasal 28 UUD 1945.
"Jadi jika ada partai koalisi pemerintah yang diisukan atau dituduh melarang kader partai di luar pemerintah untuk berbicara atau mengkritik, maka kata Asmuni Srimulat, itu suatu hil yang mustahal, alias hal yang mustahil, he.. he.. he..," kelakarnya.
Karena itu, Yoga menyarankan kepada partai politik di luar pemerintah tidak perlu memperpanjang narasi sentimentil atau merasa seakan-akan dizalimi, disakiti, diintimidasi, ditekan, diancam, atau diteror. Sebab hal itu hanya segelintir drama skenario untuk meningkatkan elektoral partai politik atau figur.
"Saat ini masyarakat sudah semakin cerdas dan memiliki kesadaran politik dalam menilai proses politik. Setiap narasi atau drama-drama politik akan disaring dulu oleh masyarakat, tidak ditelan mentah-mentah," katanya.
Lihat Juga :