Pembentukan Dewan Keamanan Nasional Dinilai Tak Mendesak

Selasa, 13 September 2022 - 21:46 WIB
Apalagi, lanjut dia, dengan proses yang tertutup dan terburu-buru, pembentukan DKN ini justru tidak memenuhi unsur yuridis penyusunan peraturan perundang-undangan. “Sebaliknya, kecenderungan adanya kekeliruan dalam prosesnya justru memunculkan dampak serius pada menguatnya pendekatan represif negara terhadap situasi nasional,” imbuhnya.

Apalagi, sambung dia, wacana membentuk DKN telah pernah ditolak oleh DPR RI ketika RUU Keamanan Nasional gagal disahkan, sehingga jangan sampai RPerpres DKN ini menjadi jalan pintas yang tidak konstitusional yang diambil oleh pemerintah. Dia menambahkan, secara tugas dan fungsi sebagaimana disebutkan dalam RPerpres, DKN melalui Sekjen DKN memiliki fungsi pengendalian penanganan krisis nasional serta pengelolaan data dan informasi yang terkait dengan penanganan krisis nasional.

Hal tersebut dinilai justru akan menimbulkan tumpang-tindih dengan kerja dan fungsi lembaga negara yang ada, yaitu Kemenko Polhukam yang selama ini melakukan koordinasi keamanan nasional. “Sementara dalam memberikan nasihat kepada Presiden juga telah ada Lembaga Ketahanan Nasional atau Lemhannas, Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres, serta Kantor Staf Presiden atau KSP. Bila DKN tetap dibentuk, akan memunculkan kekisruhan baru dalam tata kelola kelembagaan negara dan pemerintahan,” kata dia.

Lebih lanjut dia menuturkan, lembaga dengan karakter DKN yang diusulkan Wantannas ini telah ada dalam sejarah awal Indonesia, di masa Orde Baru dengan Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib), dan terbukti telah mencederai prinsip demokrasi dan negara hukum.

Sementara itu, kata dia, dengan kewenangan pengendalian keamanan itu maka Dewan Keamanan Nasional memiliki kewenangan yang sangat luas yang dapat mengontrol kondisi stabilitas keamanan. DKN diproyeksi untuk mengarah pada lembaga yang sebelumnya telah dimentahkan oleh bangsa ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!