Gus Yahya Tegaskan PBNU Berada di Belakang Polri
Jum'at, 09 September 2022 - 16:35 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan PBNU akan terus mendukung dan berada di belakang Polri. Foto/MNC Media
MEDAN - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) menegaskan tetap akan berada di belakang Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Semua lembaga pasti ada masalahnya. Namun meninggalkan Polri hanya akan memperburuk situasi di negeri ini.
“Polri juga berat masalahnya. Tapi kita tidak mungkin meninggalkan Polri. Kita harus terus mensuport dan berada di belakang Polri,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di sela memberikan sambutan Kaderisasi Wilayah NU Sumatera Utara ke XVIII di Medan, Jumat (9/9/2022).
Negara manapun, termasuk Indonesia, membutuhkan polisi yang solid kuat dan didukung penuh segenap elemen bangsa. “Kalau Polri kita tinggal maka negara ini akan hancur. Semua memang ada masalahnya. Tapi kita tetap harus berada di belakang Polri termasuk berada di belakang negara ini,” ujarnya.
Baca juga: PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Naikkan Harga BBM
“Polri juga berat masalahnya. Tapi kita tidak mungkin meninggalkan Polri. Kita harus terus mensuport dan berada di belakang Polri,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di sela memberikan sambutan Kaderisasi Wilayah NU Sumatera Utara ke XVIII di Medan, Jumat (9/9/2022).
Negara manapun, termasuk Indonesia, membutuhkan polisi yang solid kuat dan didukung penuh segenap elemen bangsa. “Kalau Polri kita tinggal maka negara ini akan hancur. Semua memang ada masalahnya. Tapi kita tetap harus berada di belakang Polri termasuk berada di belakang negara ini,” ujarnya.
Baca juga: PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Naikkan Harga BBM
Lihat Juga :