Sirkulasi Siklonik, 34 Kota Besar Indonesia Diprakirakan Berawan hingga Hujan Lebat
Selasa, 06 September 2022 - 06:29 WIB
Fenomena sirkulasi siklonik menyebabkan cuaca di 34 kota besar di Indonesia cenderung berawan hingga hujan lebat. Bahkan kebanyakan kota tersebut diprediksi hujan pada Selasa (6/9/2022). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih melihat adanya fenomena sirkulasi siklonik di Samudera Hindia, barat daya Lampung, Kalimantan Barat dan Sulawesi bagian barat yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang hingga ke Papua.
Kondisi ini menyebabkan cuaca di 34 kota besar di Indonesia cenderung berawan hingga hujan lebat. Bahkan kebanyakan kota tersebut diprediksi hujan pada Selasa (6/9/2022). Baca juga: Bahas Kekuatan Kopassus, LB Moerdani ke Sintong Panjaitan: Kamu Jangan Ngajari Saya!
"Sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia, barat daya Lampung, di Kalimantan Barat, di laut Sulawesi bagian barat yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Samudera Hindia, barat daya Lampung, di Kalimantan Barat, di Kalimantan Tengah, di Kalimantan Timur, dan juga di Sulawesi bagian tengah. Daerah konvergensi juga terpantau di Samudera Hindia barat daya Bengkulu, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Laut Cina Selatan, Laut Jawa bagian timur, perairan Utara NTB, Laut Seram dan juga Papua," ujar Prakirawan BMKG Marlina Nababan di akun Instagram BMKG @infobmkg, yang dikutip MNC Portal, Senin (5/9/2022).
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan juga di sepanjang daerah konvergensi tersebut," sambungnya.
Kondisi ini menyebabkan cuaca di 34 kota besar di Indonesia cenderung berawan hingga hujan lebat. Bahkan kebanyakan kota tersebut diprediksi hujan pada Selasa (6/9/2022). Baca juga: Bahas Kekuatan Kopassus, LB Moerdani ke Sintong Panjaitan: Kamu Jangan Ngajari Saya!
"Sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia, barat daya Lampung, di Kalimantan Barat, di laut Sulawesi bagian barat yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Samudera Hindia, barat daya Lampung, di Kalimantan Barat, di Kalimantan Tengah, di Kalimantan Timur, dan juga di Sulawesi bagian tengah. Daerah konvergensi juga terpantau di Samudera Hindia barat daya Bengkulu, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Laut Cina Selatan, Laut Jawa bagian timur, perairan Utara NTB, Laut Seram dan juga Papua," ujar Prakirawan BMKG Marlina Nababan di akun Instagram BMKG @infobmkg, yang dikutip MNC Portal, Senin (5/9/2022).
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan juga di sepanjang daerah konvergensi tersebut," sambungnya.
Lihat Juga :